Kisah Wahyu Piadji, Drummer D’masiv Menjadi Mualaf

Wahyu Piadji, Drummer D’masiv. (Foto: Arah.com/ Gilang Syahbani)

Arah - Mungkin tak banyak yang tahu jika Wahyu Piadji, sang penggebuk drum grup band D'masiv adalah seorang mualaf. Dia memeluk agama Islam sejak Mei 2009.

Meski dibesarkan dalam keluarga Katolik, Wahyu tetap memiliki sikap toleransi yang tinggi. Lingkungannya yang kental akan nilai islami membuat dirinya ikut berpuasa di bulan ramadhan. Ditambah lagi, hampir seluruh keluarga besarnya memeluk agama Islam.

Dia merasa tertantang untuk bisa menjalankan ibadah puasa seperti orang-orang di lingkungannya.

"Di sekolah, rumah dan keluarga, saat puasa dan ramadhan semuanya puasa kan. 'Masa sih gue nggak bisa puasa?' Akhirnya mulai 5 SD puasa, full satu bulan. Sampai dengan besar," kata Wahyu saat ditemui di Sofyan Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (10/1).

Baca Juga:

Kejati DKI Terima Pelimpahan Berkas Sri Bintang Pamungkas

Ungkap Aliran Dana Makar, Polri Minta Penyidik Hati-hati

Wahyu dikenal sebagai salah satu personel band D'masiv yang menikah muda. Dia menikah pada usia 22 tahun dan hal itulah yang menurutnya menjadi panggilan terkuat untuk memeluk islam.

"Panggilan kali ya, namanya panggilan kan macam-macam. Bisa dari mimpi, jodoh dan lain-lain. Panggilan gue ya lewat jodoh. Gue pacaran nggak banyak. Jujur, cuman dua kali, yang kedua langsung nikah," paparnya.

"Dia nggak maksa. Dia udah ngasih ultimatum duluan, dia bilang 'gue muslim, kalau mau married harus sesama muslim tapi gue nggak maksa' udah gue nggak berpikir panjang (langsung mualaf)," tambahnya.

Sejak saat itu Wahyu dengan berani menyampaikan keinginannya untuk memeluk Islam kepada orang tuanya. Tak mendapatkan pertentangan, Wahyu pun akhirnya mantap menjalankan prosesi pindah agama di salah satu masjid di daerah Cipete.

Sebuah sertifikat pun didapatkannya sekaligus menjadi modal baginya untuk melamar sang kekasih.

"Keluarga standar saja responnya. Nggak bilang jangan dan nggak ngomong ngizinin juga. Tiba-tiba gue langsung prosesi muslimnya gue tuh di masjid di Cipete, aduh gue lupa. Langsung bawa sertifikat yang menunjukan gue udah jadi seorang muslim, gue tunjukin ke bokap. Yaudah selanjutnya apa? Lamaran, yaudah jalan sampe nikah," tuturnya

Hingga kini, Wahyu mengaku masih banyak belajar soal agama islam. Memiliki teman-teman yang mayoritas muslim memudahkannya untuk belajar nilai agama. Termasuk belajar melalui sang istri dan mertuanya. (Gilang Syahbani)

Berita Terkait

Deretan Artis Cantik Indonesia Yang Jadi Mualaf Setelah Menikah
Mantan Pemain Real Madrid Ini, Ungkap Alasan Masuk Islam
Inilah Kisah Mualaf Wanita Inggris yang Sempat Takut Pada Islam
Kisah Seniman Tatto Yakuza Menjadi Imam Besar di Masjid Jepang
Kisah Mualaf di Negeri Para Matador

Tag

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar