Cabai Mahal di Pasaran Tidak Berdampak Besar ke Petani

Ilustrasi: Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar Baru, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/7). Harga cabai rawit merah yang sempat turun dari Rp40 ribu per kilogram kembali naik menjadi Rp60 ribu per kilogram karena berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. (Foto: Antara/Ivan Pramana Putra)

Arah - Saat ini harga cabai di pasaran sedang melonjak, bahkan di beberapa daerah melebihi harga daging sapi. Namun, hal itu tidak berdampak banyak kepada petani, terutama di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat.

Seperti yang disampaikan oleh Endi, petani cabai Desa Sunten Jaya, Kampung Gandok, Lembang, kenaikan harga cabai saat ini karena adanya penurunan kualitas karena virus kuning yang melanda sejak beberapa tahun lalu dan berkurangnya petani cabai.

Baca Juga:

Harga Cabai Mahal, Masyarakat Bangka: Justru Itu Murah

"Penyebabnya mah gagal panen, dan kena virus kuning karena cuaca dan lahan kurang stabil. Harga cabai di pasaran meledak seperti saat ini, di petani mah tidak merasakan dan malah berkurang. Mending harga murah tapi hasilnya melimpah," ungkap Endi kepada arah.com di Lembang, Selasa (10/1/2016).

Ia yang telah bertani sejak tahun 2003 ini pun mengatakan bahwa petani cabai saat ini telah banyak berkurang dikarenakan lamanya proses panen serta kecilnya persentase keberhasilan panen cabai.

"Jika diitung-itung mah dari modal, tenaga kerja, dan lahannya, terpakai lama hanya oleh cabai. Tapi kalo dipake sayuran, atau tumbuhan lain, bisa sampe tiga empat kali panen. Makanya disini sudah kurang diminati jika disuruh menanam cabai," tambahnya.

Selain itu, menurut Dadang, petani cabai di desa tersebut banyak mengalami kerugian karena virus yang melanda pohon cabai, mengakibatkan turunnya kualitas dan mengalami banyak kerusakan.

"Dari satu kwintal paling 15 kilo, sekitar 15 hingga 20 persen saja lah. Kalo panen sedikit, petani ngikut saja ke tengkulak, kalo 80 ribu ya 80 ribu. Tapi petani mah terus berusaha aja menanam, meskipun murah pun terus berjalan, Matak diusahakeun weh (maka diusahakan)," tutur Dadang di tempat yang sama.

Petani pun berharap jika sedang kesusahan atau seringnya gagal panen seperti akhir-akhir ini, pemerintah bisa membantu dalam hal pengadaan alat bertani, pupuk, juga ternak yang dapat membantu pengadaan pupuk kandang yang dibutuhkan. (Haryanto)

Berita Terkait

Terbaring Sakit, Emil Tetap Pantau Pelayanan Warga Bandung
Dipecat, Kepsek SMP Negeri 5 Bandung Sebut Emil Pencitraan
Guru SMAN 9 Kota Bandung Nilai Pemecatan Kepsek Tak Wajar
Ridwan Kamil Temukan Penyebab Banjir di Pasteur
Ini Tanggapan Ridwan Kamil Soal Laporan Guru Honorer Bandung
Berangsur Surut Banjir Bandung Selatan Tahun Ini Lebih Luas

Tag

Berita Terkait

Terbaring Sakit, Emil Tetap Pantau Pelayanan Warga Bandung
Dipecat, Kepsek SMP Negeri 5 Bandung Sebut Emil Pencitraan
Guru SMAN 9 Kota Bandung Nilai Pemecatan Kepsek Tak Wajar

#Cabai #harga cabai #cabai merah #Bandung

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar