Jika Terpilih Jadi Gubernur, Ahok Akan Rombak PNS DKI

Ilustrasi: Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta melakukan aktivitas saat hari pertama kerja di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gedung Balaikota, Jakarta, Senin (11/7). Tingkat absensi kepegawaian di lingkungan Pemprov DKI Jakarta hadir mencapai 100 persen pada hari pertama kerja usai cuti bersama dan libur lebaran. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Arah - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan akan merombak pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta jika dirinya terpilih menjadi gubernur untuk periode 2017-2022.

Basuki menginginkan adanya peremajaan di lingkungan PNS Pemprov DKI Jakarta. Ia mengatakan nantinya para PNS yang masuk pada tahun 2010 bisa menempati posisi eselon tiga bahkan dua.

"Kan nanti yang misalnya anak-anak masuk tahun 2010 itu golongannya udah sampai nih, sekarang mereka baru boleh menjabat eselon 4, berikutnya bisa eselon 3, eselon 2," kata Basuki di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/1).

Sementara PNS yang telah berhenti bekerja akan mendapatkan jaminan. Hal itu sebagai hak dan sebagai penghargaan atas pengabdian.

Ahok -sapaan Basuki- mengatakan PNS yang sudah tua akan dicopot. Mereka akan mendapatkan jaminan hari tua sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang jaminan sosial atas pengabdian mereka. Hal itu didasarkan pada Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN)No 5 Tahun 2014.

"Yang baik-baik ini, yang udah puas dengan gaji yang besar yang nggak korup akan bersyukur," sebutnya.

Baca Juga:

Sandiaga Kritik Karakter Ahok Soal Fitsa Hats

Terinspirasi Fitsa Hats, Ahok: Ide Baru Kalau Mau Bisnis Pizza

Nantinya para PNS muda yang masuk esolon dua akan mendapatkan gaji hingga Rp75 juta. Ahok menjelaskan, para PNS muda yang terbiasa dengan gaji yang lebih kecil akan lebih bersyukur karena terbiasa dengan gaji yang lebih kecil untuk kehidupan sehari-hari mereka.

"Kita merombak untuk orang yang bersyukur dengan gaji yang ada kemudian dia akan melayani, dan dia juga sadar struktur kita tambah kecil, kalau kamu sadar struktur makin kecil berarti jabatannya itu makin nggak ada. Berati kalo kamu nggak baik dikit, nggak mau ngelayani orang pasti ganti pemain baru. Nah orang yang bersyukur ini lah yang harus kita dorong naik, kalo eselon 2 gajinya 75 juta,"

"Kamu gaya hidup cuma 10 juta misalnya, tiba-tiba jadi 75 juta, kelebihan itu duit. Kamu pake setengah juga masih sisa 35 juta," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono melantik dan mengukuhkan 5.038 jabatan di lingkungan pemerintah provinsi. Dari sejumlah pejabat yang dikukuhkan, beberapa di antaranya pernah dijadikan staf oleh Ahok.

Ada 94 pejabat eselon II, 398 pejabat eselon III, dan 4.049 pejabat eselon IV yang dikukuhkan. Sumarsono menghilangkan 952 jabatan atau 15,87 persen dari posisi yang saat ini ada. (Shemi)

Berita Terkait:Ahok Sindir Keras PNS DKI yang Gemar Main Proyek
Ajak Nonton PNS, Ahok: Gubernur Bukan Cuma Marah Doang
PNS Diizinkan Antar Anak Sekolah, Ini Kata Ahok Soal Tunjangan
Ahok Ancam Pecat PNS yang Tidak Netral di Pilkada
Ahok Ancam PNS Fiktif Agar Kembalikan Gaji
Norak? Tak Peduli, yang Penting Selfie Bareng Ahok
Australia Berencana Bantu Sistem Transjakarta
Ahok Diperiksa Sebagai Saksi Kasus UPS

Tag : #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #PNS #Gaji PNS

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar