Remaja Ini Gamer Profesional yang Pendapatannya Ratusan Juta

Muhammad 'InYourDream' Rizky, pro gamer dengan MMR tertinggi mencapai 9.000 MMR dari team profesional eSport BOOM ID. (Foto: Arah.com/ Dini Afrianti)

Arah -  Siapa yang tak senang melakukan aktivitas pekerjaan yang sesuai dengan hobi. Apalagi bisa mendapatkan uang dalam jumlah yang fantastis.

Itu yang dirasakan oleh Muhammad 'InYourDream' Rizky. Pemuda berusia 19 tahun ini adalah pecinta game DOTA 2.

Dari aktivitasnya bermain DOTA 2, Rizky mampu meraup uang sebesar Rp100 juta dalam satu tahun.

Rizky juga merupakan pencetak skor atau MMR tertinggi di DOTA, yaitu mencapai 9.000 MMR dari team profesional eSport BOOM ID. Dari skor itu, Rizky didaulat sebagai salah satu pemain DOTA 2 terbaik se-Asia Tenggara.

Baca Juga: Acer Predator Helios 300 Andalan Untuk Bermain Game
Keren! Pesawat Nirawak China Bertenaga Surya Dekati Orbit

Remaja yang duduk di bangku kuliah semester satu jurusan IT di Universitas Gunadarma itu mengaku sudah kecanduan game DOTA sejak duduk di SMP.

"Pertama kali mengikuti turnamen game itu yang digelar oleh salah satu provider GSM di kawasan Mangga Dua. Tanpa disangka, saya dan bersama empat temannya berhasil menyabet juara pertama dengan hadiah sebesar Rp10 juta," kata Rizky kepada Arah.com, ditemui di Jakarta, Kamis (15/6).

"Senang banget dan bikin ketagihan," lanjutnya.

Baca Juga: Acer Predator Helios 300 Andalan Untuk Bermain Game
Keren! Pesawat Nirawak China Bertenaga Surya Dekati Orbit

Sejak saat itu, Rizky makin semangat mengikuti berbagai kompetisi game. Dan makin sering menang.

Rizky membagi tips cara memenangi berbagai kompetisi. Dia mengaku sebelum mulai kompetisi, ia terlebih dahulu berlatih di warnet bersama teman-temannya.

"tipsnya, kita jangan cepet puas atas apa yang sudah dicapai, belajar terus, latihan juga. Untuk target jangan terlalu besar (misal jadi nomer satu di dunia) atau terlalu kecil (hanya terbaik di Indonesia)," katanya.

Namun, Rizky merasa bakatnya dan temannya sulit berkembang, karena lingkungan sering menganggapnya sebagai aktivitas negatif.

"Orangtua saya tidak mempermasalahkan hobi main game. Tapi, masih banyak orangtua yang menganggap kegiatan ini tidak bermanfaat dan tidak ada dukungan dari pemerintah. Jadi, nggak banyak gamers di Indonesia yang berkembang sampai dunia internasional," ujarnya.

Saat ini Rizky dan kawan-kawan sedang mempersiapkan turnamen game DOTA 2 the International 2017 yang diselenggarakan pada Agustus mendatang. (Dini Afrianti)

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Lecehkan Bendera Negara, FPI Harus Rasakan Proses Hukum Lecehkan Bendera Negara, FPI Harus Rasakan Proses Hukum
Djarot Tinjau Pasar Senen, ini Reaksi Tak Terduga Pedagang Djarot Tinjau Pasar Senen, ini Reaksi Tak Terduga Pedagang
Usut Korupsi Dana Bansos Pemprov DKI, Bareskrim Gandeng BPK Usut Korupsi Dana Bansos Pemprov DKI, Bareskrim Gandeng BPK

#Jakarta #Game Online #DOTA 2 #Gamer

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar