Olah TKP, Polisi Dalami Kasus Pesta Gay di Harmoni

Petugas kepolisian melakukan penjagaan saat berlangsung penggeledahan oleh tim Densus 88 Mabes Polri di salah satu ruko di kawasan Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (29/5). Penggeledahan menyusul ditangkapnya seorang terduga teroris berinisial WY di Polokarto, Sukoharjo, yang diduga terkait dengan kelompok Nur Solihin. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Arah - Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pesta gay di T1 Sauna di kawasan Ruko Plaza Harmoni Blok A, Jalan Suryo Pranoto, Gambir, Jakarta Pusat, Senin.

Lima tersangka yang terdiri atas GG sebagai pemilik T1 Sauna, GCMP sebagai penanggung jawab T1 Sauna, serta NS (kasir), TS (petugas administrasi ) dan KN (pengurus keperluan tamu) mengikuti rekonstruksi perkada di gedung lima lantai itu.

Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Asfuri, yang memimpin olah tempat kejadian perkara, mengatakan satu tersangka lagi yang berinisial HI berhasil kabur dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi. "Sedangkan 51 pengunjungnya sudah dipulangkan," kata Asfuri dikutip Antara.

Hasil olah tempat kejadian perkara menguatkan dugaan bahwa T1 Sauna digunakan kegiatan prostitusi kaum gay, kata Asfuri. "Setiap pengunjung yang disambut kasir dan harus membayar Rp165 ribu. Kemudian langsung disuruh lantai dua kemudian diberikan handuk, alat kontrasepsi dan pelumas," kata Asfuri.

Baca Juga: Perahu Pengungsi dari Myanmar Tenggelam Saat Menuju Bangladesh
Warga : KRL Cikarang-Jakarta Hemat Waktu dan Biaya

Seperti diberitakan sebelumnya, Polisi menangkap 51 pria dari penggerebekan pesta gay di T1 SPA, Sabtu (7/10/2017) dini hari. Terdiri dari 44 WNI dan 7 WNA. Dalam penggerebekan ini polisi mengamankan 51 pria. Mereka terdiri dari 44 WNI dan 7 WNA. Polisi kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka, yakni GG, GCMP, NA, TS dan K. Mereka adalah pemilik dan karyawan tempat SPA tersebut.

Keenam orang itu ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi juga masih memburu satu orang lagi yang berinisial HE.
Mereka terancam dijerat Pasal 30 Jo Pasal 4 ayat 2 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 256 KUHP tentang Prostitusi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Para tersangka akan dijerat menggunakan pasal 30 junto pasal 4 ayat 2 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dan atau pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman enam tahun.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Ini Janji Garda Bangsa kepada Kapolri Ini Janji Garda Bangsa kepada Kapolri
Bantah Selewengkan Dana Bansos, Ini Penjelasan Mpok Sylvi Bantah Selewengkan Dana Bansos, Ini Penjelasan Mpok Sylvi
Kapolda Metro Sebut Saksi Kasus Palu Arit Rizieq Sudah Cukup Kapolda Metro Sebut Saksi Kasus Palu Arit Rizieq Sudah Cukup

#Pesta narkoba #Penyergapan Pesta Narkoba #Polisi #digerebek #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar