Saudi Kritik Rencana AS Pindahkan Kedutaan Ke Yerusalem

Raja Arab Saudi Raja Salman menyambut Presiden AS Donald Trump di Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi 20 Mei 2017.(foto/Reuters/Jonathan Ernst)

Arah -  Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud membuka Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab dengan mengkritik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memindahkan kedutaan besar di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Kami menegaskan kembali penolakan kami terhadap keputusan AS tentang Yerusalem," kata Raja saat menyampaikan pidato pada pembukaan konferensi tingkat tinggi itu di Dhahran, bagian timur Arab Saudi, Minggu (15/4).

Baca Juga: Persaingan Belanja Konvensional dan Online Menguat di 2018
Tips Untuk Pebisnis Muda Kembangkan Usaha

"Yerusalem Timur adalah bagian integral dari wilayah Palestina," tambahnya.

Pada 22 Januari, saat menyampaikan pidato di hadapan parlemen Israel, Wakil Presiden AS Mike Pence menjanjikan negaranya akan memindahkan kedutaan besar di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada akhir 2019, langkah yang ditentang keras Palestina.

"Yerusalem adalah ibu kota Israel, dan karenanya Presiden Trump telah memerintahkan Kementerian Luar Negeri segera memulai persiapan untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem," kata Pence, disambut tepuk tangan meriah oleh anggota parlemen Israel.

Berita Terkait

Ini yang akan Dilakukan Negara Muslim Jika Trump Akui Yerusalem Ini yang akan Dilakukan Negara Muslim Jika Trump Akui Yerusalem
Puluhan Artis Inggris Mengutuk Donald Trump Terkait Yerusalem Puluhan Artis Inggris Mengutuk Donald Trump Terkait Yerusalem
Guatemala Sepakati Trump untuk Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem Guatemala Sepakati Trump untuk Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

#raja salman #Arab Saudi #amerika #Donald Trump #Yerusalem #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar