TGB Ingin NTB-Bali Jadi Tuan Rumah PON 2024

Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dinobatkan sebagai salah satu gubernur terbaik di Indonesia oleh Kementerian Dalam Negeri.

Arah -  Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi menegaskan mendukung penuh NTB dan Bali menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional XXI tahun 2024.

"Kita dukung NTB dan Bali sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON)," kata Gubernur NTB di Mataram, Senin (16/4).

Ia menuturkan, telah memerintahkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB untuk terus melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak. Sehingga, NTB dan Bali berpeluang menjadi tuan rumah PON 2024.

"Kita tunggu hasil bidding yang dilaksanakan 24 April," ujarnya.

Menurut gubernur, jika NTB dan Bali menjadi tuan rumah PON 2024, akan berdampak pada peningkatan ekonomi, infrastruktur, fasilitas olahraga, dan hal lainnya. "Kalau ini jadi tentu akan berdampak pada ekonomi masyarakat," katanya.

Pimpinan dan Komisi di DPRD NTB juga mendukung jika NTB dan Bali menjadi tuan rumah bersama PON XXI tahun 2024.

[baca_juga]

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB yang membidangi olahraga, HMNS Kasdiono juga berharap NTB bisa menjadi tuan rumah PON 2024. Bahkan, ia menyatakan bahwa NTB sangat serius ingin menjadi tuan rumah PON.

"Seluruh personil KONI NTB juga sedang melobi ke semua Provinsi termasuk lobi politik. Yang jelas lanjutnya, dari kacamatanya, provinsi lain ingin jadi tuan rumah karena kejar juara umum, sehingga berbagai macam cara dilakukan, tapi NTB mengedepankan sportifitas paling penting," jelasnya.

Untuk menjadi tuan rumah, NTB dan Bali menawarkan PON 2024 akan berbeda dari PON yang pernah ada sebelumnya.

"Kami tawarkan sport tourism dan culture. Perhelatan olahraga berskala nasional yang dikemas menjadi daya tarik turis mancanegara tetapi tetap mempertontonkan budaya lokal sebagai kekuatan daerah," terangnya.

Karena itu, jika NTB dipercaya menjadi tua rumah PON, akan menjunjung tinggi sportifitas agar pelaksanaan PON bermartabat.

"Kami jamin, tidak akan ada kursi yang melayang pasca kegiatan, 100 persen atlet adalah produk dalam negeri. Karena, pada dasarnya PON ini diadakan untuk persatukan masyarakat, soal fasilitas NTB dan Bali, tidak akan mengecewakan," ucap Kasdiono.

Berita Terkait

DKI Akan Terbitkan Perda Larangan Penggunaan Air Tanah DKI Akan Terbitkan Perda Larangan Penggunaan Air Tanah
Jakarta Dicanangkan jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia Jakarta Dicanangkan jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia
Siap Lawan 'Palu Arit' di Indonesia, Rizieq: Ini Perjuangan Saya! Siap Lawan 'Palu Arit' di Indonesia, Rizieq: Ini Perjuangan Saya!

#Rekor PON #Pekan Olahraga Nasional #Tuan Guru Bajang #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar