Kacau! Warga Dibayar Rp150 Ribu untuk Bakar Lahan Riau

Ilustrasi: Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan tersebut membuat sedikitnya 300 kepala keluarga mengungsi karena kondisi asap yang semakin pekat. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Arah - Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewyk Pusung, menyatakan akan melakukan operasi yustisi gabungan karena ada indikasi pengerahan warga dari daerah lain untuk membuka lahan dengan cara membakar di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

"Operasi yustisi yang dilakukan ini untuk mendata berapa banyak jumlah pendatang yang masuk ke daerah itu," kata Lodewyk Pusung kepada wartawan di Bagansiapiapi, Rabu (31/8).

"Karena saya mendengar para pendatang itu sengaja didatangkan untuk membakar lahan dan mereka dibayar Rp150.000."

Ia mengatakan, operasi yustisi ini juga melibatkan pemerintah daerah, Polri dan instansi terkait lainnya.

"Biasanya jadwal mereka membakar lahan pada saat TNI sedang istirahat yakni pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Yang seperti ini harus kita cegah," tegas Pangdam.

Meski demikian pihaknya akan lebih waspada dan tentunya bekerja sama dengan Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pemda, Basarnas termasuk Taruna Siaga Bencana.

"Semua ini kami menyatu untuk melakukan pencegahan agar kebakaran lahan dan hutan tidak terjadi lagi," ucapnya.

Ia mengakui, kabut asap yang melanda akibat kebakaran lahan dan hutan khususnya di wilayah Provinsi Riau selama 2016 berhasil ditekan.

"Kalau tahun lalu kabut asap di Riau cukup parah dibanding tahun ini. Tapi akan lebih bagus lagi kita buat zero kabut asap," katanya.

Pangdam menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang menyiapkan personel cadangan apabila kebakaran lahan dan hutan di Riau semakin meningkat.

"Kalau ada lagi peningkatan kebakaran lahan dan hutan saya akan turunkan pasukan dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Kurang lebih dua Batalyon yang akan kami siagakan di Riau. Kemarin saja kami mengirim dua satuan setingkat kompi," kata Lodewyk Pusung.

Terkait peralatan personil dilapangan, dia menegaskan sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan bersedia memberikan peralatan khusus untuk pemadaman api.

"Dari Pemda juga sudah memberikan bantuan alat pemadam kebakaran lahan dan hutan," tuturnya.

Berita Terkait

Singapura Bisa Pidanakan WNI yang Terlibat Pembakaran Hutan Singapura Bisa Pidanakan WNI yang Terlibat Pembakaran Hutan
6 Provinsi Siaga Darurat Kebakaran Hutan 6 Provinsi Siaga Darurat Kebakaran Hutan
Singapura Kejar Perusahaan Indonesia Pembakar Hutan Singapura Kejar Perusahaan Indonesia Pembakar Hutan

#Pembakaran Hutan #kebakaran lahan #Mafia Lahan #Lahan Sawit #Lahan #Kebakaran Hutan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar