Marak Pemain Ilegal, Kemenpora Kirim Surat Peringatan ke Operator

Ilustrasi: Pesepakbola PSM Makassar Basri Lohi (kiri) berusaha melewati pesepakbola Bali United Kiko Insa (kanan) saat laga persahabatan segitiga PSM Makassar-Bali United-Persipura di Stadion Mattoanging Gelora Andi Mattalatta Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (17/4). Pada laga persiapan menghadapai kompetisi Indonesia Soccer Champhionship (ISC) 2016 tersebut PSM Menang atas tamunya, Bali united, dengan skor 2-0 (0-0). (ANTARA FOTO/Yusran Uccang/aww/16)

Arah - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara resmi mengirimkan surat peringatan tegas kepada PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, terkait kartu izin tinggal terbatas/tetap (Kitas) pemain dan pelatih asing di Indonesia.

"Surat terkait dugaan masalah pelatih dan pemain ilegal sudah ditandatangani Pak Menteri yang tertanggal per hari ini. Intinya pemerintah tidak ingin ada pelanggaran di ajang ISC," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Selasa (6/9).

Menurut dia, masalah izin tinggal dan visa bagi pemain dan pelatih asing yang turun di kompetisi sepak bola Indonesia sangat diperlukan.

Namun, pihaknya menyadari jika pengurusan hal tersebut tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Untuk itu, pihaknya memberikan waktu selama tujuh hari dari surat peringatan diterbitkan bagi pemain dan pelatih asing untuk segeras mengurus administrasinya.

Hal tersebut terjadi karena untuk bekerja di Indonesia, pemain maupun pelatih asing harus mengikuti aturan yang ada.

"Kalau satu pekan ini tidak ada jaminan dari PT GTS selaku operator, maka mereka dilarang bermain dulu," ujar pria yang juga Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu.

Gatot menjelaskan, apa yang dilakukan saat ini merupakan bentuk pembinaan dan edukasi bagi semua pemain dan pelatih asing, berikut dengan klub dan pengelola kompetisi yang selama ini bersinggungan langsung dengan masalah administrasi.

Saat ditanya berapa jumlah pemain dan pelatih asing yang diduga belum memiliki Kitas, Gatot menjelaskan jika saat ini ada 30-an orang.

Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan data yang dimiliki oleh lembaga Save Our Soccer (SOS) yang menyebutkan ada 81 pemain dan pelatih yang belum memiliki Kitas.

"Ini adalah terguran pertama. Kami berharap PT GTS secera memberikan jaminan akan segera melengkapi Kitas pemain dan pelatih asing. Apalagi ISC ini merupakan kejuaraan yang direkomendasikan oleh Kemenpora," kata Gatot, menegaskan.

Sebagaimana dimuat Antara, sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 12 tahun 2013, setiap pekerja asing diwajibkan memiliki Kitas. Dalam kontek permasalahan ini (klub) obyeknya adalah pemain dan pelatih asing.

Berita Terkait

Rio Terancam Berhenti dari F1, Menpora: Manor Mau Bantu Rio Terancam Berhenti dari F1, Menpora: Manor Mau Bantu
Persib dan Sriwijaya FC, Bertekad Menangkan Laga Perdana Persib dan Sriwijaya FC, Bertekad Menangkan Laga Perdana
Sambut Medali Olimpiade,Ratusan Pelajar-Mahasiswa 'Tumpah' di GBK Sambut Medali Olimpiade,Ratusan Pelajar-Mahasiswa 'Tumpah' di GBK

#ISC #Indonesia Soccer Championship (ISC) #ISC 2016 #kemenpora #Menteri Pemuda dan Olahraga #Gatot S Dewa Broto #PSSI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar