Bukan Gorengan! Yang Lebih Mengancam Jantung Ada di Meja Makan

Ilustrasi serangan jantung. (Foto: socratesgarrigosmd.com)

Arah -  Sudah menjadi pemahaman umum masyarakat, bahwa makan lemak berlebih dapat memicu serangan jantung. Tak heran banyak orang, membatasi makan gorengan atau daging, serta sumber lemak lainnya.

Namun penelitian terbaru di Cambridge University menunjukkan, lemak jenuh tidak memicu penyakit jantung. Sebaliknya, hasil penelitian yang dimuat di jurnal “Annals of Internal Medicine” ini juga menunjukkan, lemak “baik” pun tidak menurunkan risiko penyakit jantung. 

"Bukan lemak jenuh yang membuat kita harus khawatir," kata Dr Rajiv Chowdhury, penulis utama studi tersebut. Studi ini juga mengacu pada 80 penelitian lain yang melibatkan hampir setengah juta responden.

Karbohidrat dan gula mengandung partikel menyumbat arteri lebih banyak, dibandingkan lemak jenuh dan tidak jenuh. Atas dasar ini para peneliti menyarankan, diet gula lebih penting daripada diet lemak.

Standar kesehatan di Indonesia sendiri, batas konsumsi gula mencapai 50 gram (4 sendok makan) per hari. Sedangkan konsumsi lemak disarankan sekitar 67 gram (5 sendok makan minyak) per hari. Namun pakar kesehatan Dr. Tan Shot Yen menyebut 25 gram gula (2 sendok makan) per hari sudah lebih dari cukup.

“Kalau kelebihan lemak, orang dengan sendirinya sudah merasa eneg. Namun orang hampir tak pernah merasakan keluhan karena kelebihan gula, sampai akhirnya datang berbagai penyakit,” katanya dalam sebuah wawancara di Metro TV.

Berita Terkait

Cara Cepat Hilangkan Lemak Perut Cara Cepat Hilangkan Lemak Perut
Ternyata Menghirup Bau Kentut Itu Menyehatkan Ternyata Menghirup Bau Kentut Itu Menyehatkan
Wajib Baca, Tips Tetap Sehat Saat Ramadhan Wajib Baca, Tips Tetap Sehat Saat Ramadhan

#penyakit jantung #lemak #Info Kesehatan #gula

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar