Menkes: Virus Zika Tidak Mematikan

Nyamuk dikembangbiakkan di dalam Pusat Vektor Kontrol Bersama untuk Penyakit Tropis Universitas Sun Yat-Sen-Universitas Negeri Michigan, "pabrik nyamuk" terbesar di dunia yang mengembangbiakkan jutaan nyamuk bakteri yang terinfeksi, dalam usaha melawan penyebaran virus seperti dengue dan Zika, di Guangzhou, Tiongkok, 28 Juli 2016. Foto diambil tanggal 28 Juli 2016. (ANTARA FOTO/REUTERS/Bobby Yip)

Arah - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan virus Zika tidak mematikan dan berbeda dengan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.

"Saya kira seorang penderita Zika di Malaysia yang meninggal dunia itu bukan disebabkan virus Zika, namun mereka mengalami komplikasi dengan penyakit penyerta lainnya," kata Nila saat mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Lebak, Minggu (11/9).

Sebetulnya, kata dia, penyakit Zika masuk kategori penyakit ringan dan tidak mematikan kepada penderitanya, namun berbahaya jika terkena ibu hamil. Sebab, bayi yang dilahirkannya berisiko mengalami cacat lahir mikrosefali.

Karena itu, pihaknya membantah penderita Zika di Malaysia dapat mengakibatkan kematian.

Kemungkinan penderita tersebut mengalami komplikasi dengan penyakit penyerta, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal kronis, batu ginjal, sakit otot dan rematik.

"Kami yakin pasien di Malaysia itu kematiannya bukan dari infeksi Zika itu," ujarnya.

Menurut dia, seperti dikutip Antara, virus Zika itu tidak berbahaya jika dibandingkan dengan penyakit DBD di Indonesia yang bisa mematikan bagi penderitanya. Penyebaran DBD tentu sangat mematikan bila tidak cepat mendapat pertolongan tenaga medis.

Selama ini, infeksi Zika tidak menunjukkan gejala khas, mirip gejala DBD. Gejala yang muncul, seperti demam mendadak, ruam kemerahan di kulit, nyeri otot dan sendi, mata merah, pusing, serta lemas.

Penyebaran penyakit Zika tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Nyamuk itu membawa virus saat ia menggigit seseorang yang terinfeksi Zika.

Untuk itu, jika satu warga terserang infeksi Zika, maka satu lingkungan harus mewaspada penyebaran penyakit menular tersebut.

Untuk memutus mata rantai penyebaran zika sama dengan pencegahan DBD, yakni melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuak (PSN) dengan menguras penyimpanan air dan mengubur atau menutup wadah yang bisa menampung air. Pengasapan efektif dilakukan pada malam ketika angin tidak kencang.

"Kami minta warga agar mengoptimalkan kebersihan lingkungan agar tidak tertular penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk itu," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan hingga saat ini di daerahnya tidak ditemukan penderita virus Zika.

Namun, dirinya tetap mewaspadai penyebaran penyakit tersebut,meskipun belum ditemukan jenis virus Zika tersebut.

"Kami meminta warga mengoptimalkan PSN dan 3M (mengubur,menutup dan menguras) agar tidak berkembangbiak nyamuk Aedes," jelasnya.

Berita Terkait

Vaksin Palsu, Kementerian Kesehatan Diminta Cek Kondisi Pasien Vaksin Palsu, Kementerian Kesehatan Diminta Cek Kondisi Pasien
Dede Yusuf Pastikan Virus Zika Belum Masuk ke Indonesia Dede Yusuf Pastikan Virus Zika Belum Masuk ke Indonesia
Penderita Virus Zika Naik 100 Persen, Menkes Minta Dinkes Waspada Penderita Virus Zika Naik 100 Persen, Menkes Minta Dinkes Waspada

#virus zika #Kementerian Kesehatan #Menteri Kesehatan Nila Moeloek

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar