Hukum Islam jadi Rujukan Pemerintah Swiss

Kitab suci Alquran (Pixabay)

Arah -  Pemerintah Swiss sering mengambil rujukan dan minta informasi mengenai hukum Islam serta berbagai keterangan dari organisasi komunitas umat Islam yang anggotanya tidak saja dari Indonesia tetapi juga Asia Tenggara yang bernama "Percikan Iman".

Banyak info yang ditanyakan Pemerintah Swiss tentang berbagai hal seperti masalah orang yang ingin masuk Islam atau orang sakit serta pemakaman, kata salah satu pengurus Percikan Iman, Agung Ollie Bondan kepada Antara London, Minggu.

Saat ini, anggota organisasi umat muslim di Swiss yang terbentuk sejak 2012 mencapai 200 orang dan mempunyai banyak kegiatan selain pengajian bulanan yang kadang mendatangkan ustadz dari Indonesia seperti pada acara yang diadakan Minggu di gedung serbaguna Werkhof Baden yang tidak jauh dari Zurich.

Pengurus Percikan Iman bersama organisasi Kharisma dan disponsori El Zatta dan Elhijab mengelar seminar pernikahan, keluarga dan pengasuhan anak yang bertema Merangkai cinta berbuah surga dengan pembicara Mohammad Fauzil Adhim, pakar parenting yang juga penulis buku "Kupinang Engkau dengan Hamdalah".

Acara yang dirangkaikan dengan selamatan atas kembalinya sekitar 40 anggota Percikan Iman yang menjalani ibadah Haji ke Tanah Suci dalam musim haji tahun 2016. Dalam acara itu juga disampaikan kesan-kesan para jemaah haji yang berangkat dari Swiss diantaranya Mutia Fisher yang berangkat bersama sang suami mualaf asal Inggris yang mempunyai dua anak remaja.

Sejak organisasi Percikan Iman menjadi satu perkumpulan atau Verien yang berbentuk badan hukum acara pengajian lebih terorganisiasi setiap anggotanya diwajibkan membayar iuran setiap bulannya.

Sementara itu salah satu anggota Percikan Iman, Mutia Fisher kepada Antara London mengatakan dengan adanya wadah "Percikan Iman", maka syiar Islam di antara masyarakat muslim yang sudah lama tidak bersentuhan dengan ilmu Syariat akan semakin makin banyak yang tersadar.

"Termasuk saya yang haus dan gairah menimba ilmu syariat untuk membimbing keluarga yang sesuai dengan Agama Islam," ujar Mutia.

Diakuinya dalam melaksanakan perintah Allah di negeri Swiss, Eropa yang sekuler ini, dulu mencari makanan halal sangat sulit, mesjid juga terbatas.Padahal umat Islam Indonesia di Swiss tercatat sekitar 1.200-an orang.

Berbagai negara Sementara itu ketua Percikan Iman ,Nanda Firdausi mengatakan Vernie Percikan Iman adalah perkumpulan umat muslim yang sebagian besar anggotanya berasal dari negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Brunei dan Indonesia yang bertempat tinggal di Swiss.

Perkumpulan ini didirikan pada tahun 2012, berdasarkan peraturan perundangan negara federal Swiss dan berkedudukan di Zurich dengan mengunakan Bahasa Indonesia sebagai pengantar yang dipergunakan dalam setiap pertemuan. Ada kalanya juga menggunakan bahasa Jerman dan Inggris. Biasanya yang mengisi tausiah adalah Ustaz Haji Desrial Anwar, yang bertugas sebagai diplomat di KBRI Bern.

Percikan Iman tidak hanya menyelenggarakan pengajian bulanan, tapi juga menyambangi umat Islam yang sakit di Rumah Sakit Zurich, bahkan membantu proses pemakaman warga Islam di Swiss, karena memang satu-satunya organisasi resmi komunitas Islam Asia Tenggara di Zurich dan sekitarnya, ujarnya, Umat Islam di Swiss tercatat sekitar 1.200-an orang, sedangkan anggota Percikan Imam tercatat 200-an, sebagian besar adalah warga Indonesia, kemudian disusul Malaysia dan Singapura. 

Berita Terkait

Kontes Keju Swiss, ini Dia Juaranya! Kontes Keju Swiss, ini Dia Juaranya!
Rapper Malaysia Ditangkap Karena Diduga Lecehkan Islam Rapper Malaysia Ditangkap Karena Diduga Lecehkan Islam
Mana Lebih Utama, Berkurban atau Bayar Utang? Mana Lebih Utama, Berkurban atau Bayar Utang?

#islam #Hukum Islam #Swiss

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar