Merasakan Cuaca Ekstrem? Ini Jadi Cuaca Normal di Tahun 2025

Ilustrasi badai topan (Pixabay/tpsdave)

Arah -  Berpikir kalau suhu udara tahun 2015 lalu merupakan yang terhangat? Bagi kita yang berada di lingkungan tropis, mungkin tak terlalu terasa. Tapi, mereka yang berada di Eropa, Amerika, Rusia, atau Australia konon mulai tersiksa.

Bahkan, kabar buruknya, suhu hangat yang melanda itu akan menjadi fenomena alam yang normal pada tahun 2025. Benarkah?

Baca juga:

Cuaca Buruk? Awas! Ini Hukumnya Mencela Cuaca

Bandung Sering Banjir, Cuaca Ekstrem Jadi Alasan Ridwan Kamil

Pssst, Ini Dia Cara Terbaik untuk Melihat Supermoon

Studi terbaru yang diterbitkan di Bulletin of American Meteorological Society menyebutkan, temperatur "terpanas" yang terjadi tahun lalu akan menjadi standar baru secara global pada 10 tahun ke depan, jika pelepasan emisi karbon masih sama seperti sekarang.

Menurut peneliti, transisi suhu hangat dan cuaca ekstrem itu menjadi tak terhindarkan jika kadar emisi hari ini tak segera diatasi.

IBTimes melansir, Senin (14/11), peneliti menggunakan supercomputer di Australia National University untuk menganalisis model-model perubahan iklim yang mungkin terjadi secara global dan regional apabila emisi karbon tetap ada di level hari ini.

Hasilnya, cuaca ekstrem dan suhu hangat yang terjadi pada tahun lalu akan menjadi suatu yang normal pada tahun 2025.

Setelah tahun 2025, kata peneliti, separuh Bumi akan terasa lebih panas dari biasanya, separuh lainnya akan terasa lebih dingin, kata kepala peneliti Sophie Lewis.

"Dan itu akan menjadi normal. Australia akan menjadi korban pertama yang mengalami perubahan ini," tutur Lewis.

Seperti diketahui, Australia pernah mencetak rekor musim terpanas pada tahun 2013 lalu, di mana suhu udara ketika itu tembus 50 derajat Celcius, mengakibatkan tekanan signifikan pada layanan kesehatan dan infrastruktur setempat. Fenomena itu kemudian disebut dengan istilah Australia Angry Summer.

"Jika kita tidak bertindak cepat, Australia Angry Summer 2013 akan berulang lagi dan menjadi fenomena yang normal setiap tahun," tutur Lewis.

"Bayangkan sejenak, jika musim panas Australia menjadi seperti itu setiap tahun pada 2025, maka seperti apa panas yang terjadi pada tahun 2035?"

Berita Terkait:
Awas, La Nina Datang, Kekeringan Intai Indonesia
Ternyata, Ini Penyebab Tahun 2015 Jadi Tahun Terpanas
Perubahan Iklim, London dan New York akan Tenggelam
Ilmuwan: Es Arktik Meleleh dalam 15 Tahun karena Pemanasan Global
Cuaca Buruk, Tiga Pesawat Gagal Mendarat
FOTO: Cuaca Murka, Jawa Dilanda Bencana
Heboh! Di Dalam Lubang Ini Ternyata Ada Kota Bawah Tanah Mewah

Berita Terkait

Awas, La Nina Datang, Kekeringan Intai Indonesia Awas, La Nina Datang, Kekeringan Intai Indonesia
Ternyata, Ini Penyebab Tahun 2015 Jadi Tahun Terpanas Ternyata, Ini Penyebab Tahun 2015 Jadi Tahun Terpanas
Perubahan Iklim, London dan New York akan Tenggelam Perubahan Iklim, London dan New York akan Tenggelam

#Pemanasan Global (Global Warming) #Perubahan Iklim #Australia #Cuaca #cuaca buruk

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar