Besok, Penghapusan 3-in-1 Diberlakukan

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye/16)

Arah -  Mulai besok, Selasa (5/4), uji coba penghapusan sistem 3-in-1 di sejumlah ruas jalan utama di Ibukota diberlakukan. Artinya, mulai dari pukul 7:00 hingga 10:00 WIB, kendaraan roda dua dipersilahkan melintas tanpa harus berpenumpang tiga orang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku telah melakukan koordinasi dengan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk mematangkan rencana pelaksanaan uji coba penghapusan sistem 3-in-1 di sejumlah ruas jalan tersebut.

Rencananya, menurut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, uji coba tersebut dilaksanakan selama satu pekan, yakni mulai 5 April hingga 12 April 2016. Setelah diuji coba, baru kemudian hasilnya akan dievaluasi kembali.

"Uji coba itu akan berlangsung selama satu minggu. Untuk teknis pelaksanaannya, kami diskusikan terus dengan Ditlantas Polda dan Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI," ujar Basuki beberapa waktu lalu, seperti dikutip Antara.

Sementara itu, pihak Polda Metro Jaya mendukung uji coba penghapusan pemberlakuan pembatasan kendaraan wajib minimal berpenumpang tiga orang (3 in 1) pada jalur protokol.

"Ya, kita dukung uji coba penghapusan 3-in-1 yang akan dilaksanakan pada besok (Selasa)," kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto saat dihubungi di Jakarta, Senin (4/4).

Budiyanto menjelaskan, 3 in 1 mulai diberlakukan sejak 2003 guna mencegah kemacetan arus lalu lintas pada jalur protokol mulai dari Jalan Sisingamaraja Jakarta Selatan hingga kawasan Monumen Nasional (Monas).

Perwira menengah kepolisian itu mengakui pemberlakuan 3-in-1 menimbulkan dampak sosial seperti joki namun hal itu dapat ditangani secara sinergisitas melalui petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berpijak pada peraturan daerah (Perda).

Budiyanto berharap, hasil uji coba ini dievaluasi secara obyektif guna menentukan kebijakan pembatasan kendaraan 3-in-1 akan dilanjutkan atau dihapuskan.

Budiyanto menyebutkan penghapusan 3-in-1 tidak masalah namun pemerintah provinsi harus menyiapkan alternatif kebijakan lain seperti jalan berbayar atau "Electronic Road Pricing" (ERP).

Berita Terkait

Matangkan Hapus 3 in 1, Ahok Gandeng Polda Metro Jaya Matangkan Hapus 3 in 1, Ahok Gandeng Polda Metro Jaya
Ahok: 180 Bus TransJakarta Sudah Dihancurkan Ahok: 180 Bus TransJakarta Sudah Dihancurkan
Warga Luar Batang: Biar Kayak Kandang Kambing tapi Bangun Sendiri Warga Luar Batang: Biar Kayak Kandang Kambing tapi Bangun Sendiri

#Aturan 3-in-1 #Pemprov DKI Jakarta #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Electronic Road Pricing (ERP)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar