Pengamat Mode: Seragam Kampanye Salah Satu Faktor Kemenangan

Dok. Mendagri Tjahjo Kumolo (kanan) berfoto bersama dengan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (ketiga kiri) dan Sylviana Murni (tengah), Anies Baswedan (ketiga kanan) dan Sandiaga Uno (kedua kanan), tim sukses Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yakni TB Ace Hasan Syadzzily (kiri) dan Prasetyo Edi (kedua kiri) usai rapat pleno KPUD DKI Jakarta di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (24/10). (Foto: Antara/ Akbar Nugroho Gumay)

Arah - Pencitraan lewat pakaian Gaya berpakaian cagub dan cawagub, yang sudah identik dengan seragam khas masing-masing dinilai pengamat mode Chitra Subiyakto sebagai upaya mereka melakukan pencitraan.

"Yang mereka pakai sekarang kan yang 'senetral' mungkin dan 'senyaman' mungkin supaya terlihat sederhana, nyaman, dan bisa dekat dengan rakyat," kata Chitra.

Model pakaian seragam para calon itu juga terkait dengan hati masyarakat.

Baca Juga:

'Tacticool' Seragam Kampanye Agus-Sylvi Untuk Rebut Hati Rakyat

Ini Alasan Anies-Sandi Putuskan Berpakaian Putih Saat Kampanye

Dibalik Gaya Berpakaian Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta

Tanggapan Ustaz Arifin Ilham Soal Kinerja Polisi Dalam Kasus Ahok

"Kalau dia pakai yang tidak sesuai dengan hati masyarakat pasti akan susah diterima, misal pakai kemeja satin emas, tidak enak ya untuk mendatangi masyarakat di pedalaman Jakarta," tambahnya.

Ia menilai bahwa memilih pakaian saat berkampanye merupakan salah satu faktor yang penting untuk memberi kesan yang baik kepada masyarakat.

"Semua orang kan secara tidak sadar pasti menilai penampilan saat baru pertama kali bertemu dengan seseorang, jadi penting untuk memilih pakaian yang tepat, apalagi untuk bertemu dan mau diterima rakyat dengan nyaman," kata dia.

Dari pakaian yang dipakai oleh ketiga pasangan calon, Chitra--yang dikenal lewat koleksinya, Sejauh Mata Memandang-- menilai semua pakaian mereka mencerminkan pesan masing-masing.

"Kemeja kotak-kotak Ahok untuk kerja lapangan cocok, tidak cepat kotor, dan menyatu dengan rakyat. Kalau kemeja putih Anies terlihat 'humble' (ramah), bersih, netral, dan digulung menandakan mau kerja. Kaos Agus yang mau ditampilkan itu enerjik, muda, dan aktif, hanya saja bahannya cukup panas untuk udara Indonesia," tutur Chitra.

Sementara itu, perancang busana Barli Asmara berpendapat dari ketiga pakaian pasangan calon, kemeja kotak-kotak Ahok yang paling mengikuti tren saat ini.

"Karena kotak-kotak sedang tren sekarang," kata Barli.

Pendapat masyarakat pun beragam. Gadi Makitan menilai seragam yang paling identik dengan karakter calon adalah kaos "tacticool" milik Agus Yudhoyono.

"Itu yang paling melekat di kepala karena sangat mencerminkan karakter AHY," ujar pria asal Malang itu.

Sedangkan Hervinny berpendapat bahwa kemeja kotak-kotak Ahok-Djarot lebih terasa "akrab" karena sebelumnya sudah dipopulerkan Jokowi.

"Selain karena kotak-kotak jauh lebih mencerminkan aneka ragam," kata Hervinny yang merupakan karyawan swasta.

Sementara itu, Abdulrohim memilih kemeja putih yang khas dipakai Anies-Sandi.

"Terlihat lebih damai dan kalem," katanya.

Berita Terkait:
LSI: Jika Suara Anies-Agus Bergabung, Ahok Kalah
Anies Baswedan: Sudah Cukup 'Berkotak-Kotakan'
LSI: Agus Yudhoyono 'Kuda Hitam' Pilkada DKI
LSI: Agus-Sylviana Menang di Kategori 'Wong Cilik'
Begadang, Ibu ini Ciptakan Lagu untuk Cagub Anies Baswedan

Berita Terkait

LSI: Jika Suara Anies-Agus Bergabung, Ahok Kalah LSI: Jika Suara Anies-Agus Bergabung, Ahok Kalah
Anies Baswedan: Sudah Cukup 'Berkotak-Kotakan' Anies Baswedan: Sudah Cukup 'Berkotak-Kotakan'
LSI: Agus Yudhoyono 'Kuda Hitam' Pilkada DKI LSI: Agus Yudhoyono 'Kuda Hitam' Pilkada DKI

#Pilkada DKI Jakarta 2017 #Pasangan Agus-Sylvi #Ahok-Djarot

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar