Berkaca Bom Samarinda, MPR Desak UU Terorisme Segera Direvisi

Mahyudin, Calon Ketua Umum Partai Golkar. (Foto: Arah.com/ Ghazali Hasan)

Arah - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin meminta agar Undang-Undang Terorisme segera direvisi menyusul kasus pelemparan bom molotov di Samarinda, Kalimantan Timur, oleh pelaku yang ternyata pernah dipenjara sebelumnya dalam kasus terorisme.

"Program deradikalisasi yang dijalankan selama ini tidak menjamin seorang teroris yang telah menjalani hukum, kemudian dibebaskan, tidak akan mengulangi lagi perbuatannya," kata Mahyudin dalam rilis di Jakarta, Sabtu (19/11) seperti dilansir kantor berita Antara.

Selain itu ia juga menagatakan pentingnya penguatan Pancasila yang disampaikan antara lain melalui program sosialisai Empat Pilar oleh MPR untuk menunjukkan bahwa masyarakat tidak takut dan terus bersatu melawan terorisme.

"Kalau semua rakyat Indonesia dengan sebenar-benarnya mengamalkan Pancasila dengan baik, saya yakin di Indonesia akan lahir sebuah persatuan yang kuat, tidak bisa dipecah belah, dan tak bisa diobok-obok," imbuh politisi partai Golkar itu.

Baca Juga:

JK: Radikalisme dan Terorisme Masih Ada Disekitar Kita

Tujuh Terduga TerorisBom Samarinda Dikirm ke Jakarta

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto berharap DPR RI segera meloloskan revisi Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme agar terdapat keleluasaan menangani terorisme.

"Agar ada keleluasaan untuk segera menangani terorisme dengan cara-cara yang benar, yang dilindungi hukum sebab kalau tidak, indikasi orang untuk meneror itu, kalau undang-undang yang biasa tidak bisa ditangkap sebelum beraksi," kata Wiranto ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11).

Peraturan itu ditujukan untuk melakukan tindak preventif dengan mengamankan calon pelaku tindak pidana terorisme sebelum melakukan kriminalitas. Hal itu, ujar Wiranto, juga ditujukan untuk menghindari korban karena penindakan yang terlambat. Wiranto menilai saat ini Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk melawan tindak pidana terorisme.

Berita Terkait:
Tujuh Terduga Teroris Bom Samarinda Dikirm ke Jakarta
Umar Patek: Saya Ingin Membantu Tanpa Pamrih!
Densus 88 Temukan Peledak Berdaya Ledak Tinggi di Warnet
Ketua DPR Akan Merevisi UU Kewarganegaraan Jika Telah Mendesak
Polisi: Benar, Ada Penangkapan Teroris Munir di Bogor

Berita Terkait

Tujuh Terduga Teroris Bom Samarinda Dikirm ke Jakarta Tujuh Terduga Teroris Bom Samarinda Dikirm ke Jakarta
Umar Patek: Saya Ingin Membantu Tanpa Pamrih! Umar Patek: Saya Ingin Membantu Tanpa Pamrih!
Densus 88 Temukan Peledak Berdaya Ledak Tinggi di Warnet Densus 88 Temukan Peledak Berdaya Ledak Tinggi di Warnet

#Terorisme #Undang-Undang (UU) #MPR RI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar