Di India, ‘Rush Money’ Picu Kepanikan dan Korban Tewas

ATM dan bank dipenuhi antrean nasabah yang akan menarik atau menukar uang mereka. Hal ini terjadi setelah pemerintah India menghapuskan uang kertas pecahan 500 dan 1.000 rupee dari peredaran pada Kamis (8/11). Perdana Menteri India, Narendra Modi berdalih kebijakan itu diambil untuk mengatasi uang ilegal dan palsu, serta tindak korupsi. (Foto: hindustantimes.com)

Arah -  Pemerintah India secara mendadak mengeluarkan kebijakan ekonomi, yang memicu antrean panjang di ATM dan teler bank. Kebijakan itu berupa penarikan uang kertas 500 dan 1.000 rupee dari peredaran.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Selasa (8/11) dan mulai berlaku malam itu juga. Modi beralasan, tindakan ini dilakukan memberantas korupsi dan kepemilikan uang ilegal.

Baca Juga:
Di Tengah Isu 'Rush Money', Pemerintah Pastikan Likuiditas Aman
Gerah Isu 'Rush Money', Menkeu Minta Polri Tangkap Penyebar Isu
Polisi Lacak 70 Akun Sosmed Penyebar Isu 'Rush Money'

"Uang hitam (ilegal/ palsu) dan korupsi adalah hambatan terbesar dalam menghapus kemiskinan," kata Modi seperti dikutip dari The Indian Express. Uang pecahan lama yang ditarik, lalu diganti dengan nominal 500 dan 2.000 rupee yang baru.

Pengumuman itu pun membuat masyarakat berbondong-bondong menyerbu ATM dan bank. Mereka menarik uang dan menukarkan pecahan yang sudah dinyatakan tak berlaku itu. Kepanikan terjadi, meski pemerintah India memberi waktu penukaran hingga 50 hari.

Kelelahan Antre di ATM, Pria Tua Tewas

Berita Terkait

Di Tengah Isu 'Rush Money', Pemerintah Pastikan Likuiditas Aman Di Tengah Isu 'Rush Money', Pemerintah Pastikan Likuiditas Aman
Sri Mulyani: Menkeu Adalah Menteri yang Mengelola Emosi          Sri Mulyani: Menkeu Adalah Menteri yang Mengelola Emosi
Siapa yang Tak Wajib Amnesti Pajak? Ini Jawaban Sri Mulyani Siapa yang Tak Wajib Amnesti Pajak? Ini Jawaban Sri Mulyani

#Rush Money #Sri Mulyani Indrawati #India #Menteri Keuangan #bank #Rupee #Narendra Modi

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar