Jelang Demo Besar, Cyber Crime Pantau Medsos Bermuatan Provokasi

Ribuan orang melakukan unjuk rasa empat November di Jakarta, Jumat (4/11). Aksi tersebut menuntut pemerintah untuk mengusut dugaan penistaan agama. (Foto: Antara/M Agung Rajasa)

Arah -  Tim Cyber Crime Bareskrim Polri terus memantau aktivitas media sosial menjelang rencana aksi demonstrasi pada 25 November dan 2 Desember 2016.

"Kami terus mengidentifikasi (pergerakan aktivitas media sosial) khususnya yang memprovokasi dengan gambar maupun tulisan. Kami lihat cukup masif sekarang," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya di Jakarta, Kamis.

Dalam melakukan pengawasan pada media sosial, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Ia mengatakan salah satu fokus mereka adalah akun-akun medsos yang bertujuan untuk menggiring opini. Pasalnya, tidak semua akun di medsos menggunakan identitas asli sehingga menjadi tugas Polri untuk bisa mengidentifikasi pengelola akun tersebut.

"Saya minta konten yang dibuat di media sosial itu kiranya bisa dipikirkan kembali. Walaupun cuma iseng misalnya me-retweet, copy paste, meneruskan, itu sudah masuk dalam pelanggaran UU ITE," ujarnya dikutip antara.

Baca juga:


Dukungan Warga ke Balai Rakyat Ahok-Djarot Terus Meningkat

Sementara terkait pesan berantai melalui perangkat elektronik, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai dan menyebarkan pesan berantai tersebut.

Pasalnya bila ternyata isi pesan tersebut tidak benar maka penyebarnya bisa dikenai sanksi pidana.

Ia mengatakan pelaku penyebar kabar atau berita bohong bisa dianggap melanggar Pasal 28 Ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Di dalam pasal UU ITE ini disebutkan: "Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar".

Perwira tinggi ini meminta kerja sama masyarakat untuk tidak menyebarkan pesan bernada provokasi dalam rangkaian Pilkada Serentak ini sehingga tercipta situasi yang damai dan kondusif.

Berita Terkait:
Polda Jabar: Terkait Demo 2511, Belum Ada Pergerakan Massa ke DKI
Polisi Belum Terima Pemberitahuan Aksi 25 November
Taktik yang akan Digunakan Polisi Saat Menjaga Demo 2 November
Belum Terima Pemberitahuan,Polisi Dapat Bubarkan Aksi 25 November
60 Ribu Massa Muhammadiyah akan Ikut Aksi 2 Desember
FOTO: Gerak Jokowi Usai Aksi 4/11

Berita Terkait

Polda Jabar: Terkait Demo 2511, Belum Ada Pergerakan Massa ke DKI Polda Jabar: Terkait Demo 2511, Belum Ada Pergerakan Massa ke DKI
Polisi Belum Terima Pemberitahuan Aksi 25 November Polisi Belum Terima Pemberitahuan Aksi 25 November
Taktik yang akan Digunakan Polisi Saat Menjaga Demo 2 November Taktik yang akan Digunakan Polisi Saat Menjaga Demo 2 November

#Demo 212 #Demo 2 Desember #Demo 25 November #Demo Ormas Islam #Demo FPI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar