Kelompok Teror Dompleng Demo 411 untuk Beraksi, Ini Tujuannya...

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar (Dok.Antara/Reno Esnir)

Arah - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar membenarkan jika aksi demo "Bela Islam Jilid II" pada 4 November lalu disusupi kelompok-kelompok yang memiliki tujuan terselubung.

Menurutnya, kata-kata pendompleng dalam aksi demonstrasi bukanlah omong kosong belaka. Jadi, Boy menegaskan, apa yang telah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait adanya kelompok teror yang ikut membaur dengan pedemo bisa dibuktikan.

"Kata-kata pendomplengan dalam aksi demonstrasi bukan omong kosong, kelompok-kelompok ini bermain di air keruh," kata Boy di Mabes Polri, Sabtu (26/11).

Pembuktian itu dilakukan melalui tertangkapnya sembilan teroris kelompok Abu Nusaibah oleh Densus 88 beberapa waktu lalu di Jakarta dan Bekasi. 

Baca Juga:

MUI Bandung Imbau Warga Tidak Ikut Aksi Bela Islam Jilid III

Jelang Demo Besar Jakarta, Polri Minta Masyarakat Jangan Panik

Seperti Saulihun yang memanfaatkan kericuhan pada aksi damai 4 November. Kemudian ada Alwandi Supandi alias Abu Usama alias Aseng alias Sabeni berperan melakukan baiat di masjid Jakarta Pusat dan membantu pemberangkatan WNI ke Suriah. Reno Suharsono alias Kholid alias Jack alias Alex dan teroris keempat yakni Wahyu Widada membantu memberangkatkan WNI ke Suriah. Selanjutnya Dimas Adi Saputra alias Ali pernah juga ke Suriah pada akhir 2015 melalui jalur Abumusaf namun gagal karena masalah tiket saat di Srilangka. Ibnu Aji Maulana alias Ibnu alias Indra keterlibatannya berbaiat ke Syekh Abu Bakar Al-Baghdadi. Selanjutnya teroris ketujuh dan kedelapan yaitu Fuad alias Abu Ibrohim dan Zubaidar yang juga aktif membantu pemberangkatan WNI ke Suriah. Terakhir teroris ke sembilan yakni Agus Setyawan alias Agus alias Andi Syahputra berperan memalsukan Kartu Keluarga, KTP, Akta Kelahiran hingga buku nikah dari para WNI yang henda ke Suriah.

"Ini hanya salah satu, ada lagi kegiatan-kegiatan lain punya tujuan lain ikut kegiatan yang seolah-olah sama, tapi sebetulnya dia punya agenda terselubung dan punya niat-niat yang tidak baik."

Namun, polisi belum menditeksi adanya kelompok tersebut apakah punya hubungannya langsung dengan para pendemo pada aksi 4 November 2016 lalu.

"Mereka ini belum terdeteksi punya hubungan dengan para pedemo yang ada. Lebih kepada melihat ada momen yang pas untuk melakukan itu. Karena salah satu tujuan mereka merebut senjata petugas," pungkasnya. (Dani Hermansyah)

Berita Terkait:
Jelang Demo Besar Jakarta, Polri Minta Masyarakat Jangan Panik
Polri: 'Operasi Ramadania' Digelar Mulai 1 Juli
Ini Kekhawatiran Polri Jika Demo Besar 25 November Terjadi...
Polisi: Kalau Bisa Mudik Nggak Pakai Motor!
Ini Alasan Oknum Guru Menyebarkan Isu 'Rush Money'
FOTO: Gerak Jokowi Usai Aksi 4/11
FOTO: Sisi Lain Demo 4 November

Berita Terkait

Jelang Demo Besar Jakarta, Polri Minta Masyarakat Jangan Panik Jelang Demo Besar Jakarta, Polri Minta Masyarakat Jangan Panik
Polri: 'Operasi Ramadania' Digelar Mulai 1 Juli Polri: 'Operasi Ramadania' Digelar Mulai 1 Juli
Ini Kekhawatiran Polri Jika Demo Besar 25 November Terjadi... Ini Kekhawatiran Polri Jika Demo Besar 25 November Terjadi...

#Demo 4 November #Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) #Boy Rafli Amar #Terorisme

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar