Hasil Survei Sebut Elektabilitas Ahok Merosot, Ini Jawaban Timses

Ahok-Djarot di Kediaman Megawati Soekarnoputri. (Foto: Istimewa)

Arah - Juru bicara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, Ansy Lema memberikan penjelasan terkait hasil survei yang dikeluarkan oleh Poltracking Indonesia.

Menurutnya, pengerjaan survei yang dimulai pada tanggal 7 hingga 17 November 2016 merupaka masa dimana Ahok begitu Basuki disapa, terjerat kasus penistaan agama yang membuat suhu politik di Jakarta menjadi semrawut.

"Pada saat itu realitas politik, dugaan penistaan agama kepada calon kami Basuki Tjahaja Purnama. Yang kedua pada tanggal 7, dan seminggu pada tanggal 11, Basuki Tjahaja Purnama ditetapkan sebaga tersangka. Jadi politik pada titik didih," kata Ansy di Hotel Sofyan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/11).

Ansy menilai, akibatnya elektabilitas Basuki menjadi turun menjadi 19,52 persen dari sebelumnya pada survei September mendapat 40,77 persen. "Sehingga wajar elekatabiltas Basuki tergerus karena public opinion yang terbangun, seolah-olah pak Ahok bersalah melalukan penistaan agama," lanjutnya

Baca Juga:

Jika Pilgub DKI Dua Putaran, Ahok-Djarot Diprediksi Tenggelam

Meski demikian pada survei tersebut, Basuki memiliki 31,08 persen suara yang menyatakan mantap mendukung Basuki-Djarot. "Kalau Ahok dianggap tidak perlu dipilh, seharusny pindah saja memilih calon lain. Tapi angkanya masih tinggi. Bahkan angkanya masih diatas kandidat lain.," tutup Asny.

Sbelumnya diberitakan, berdasarkan survei yang diselenggarakan oleh Poltracking Indonesia, pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni akan mampu mengalahkan Pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga jika peta pertarungan dilakungan dalam dua putaran.

Hal itu tentunya merujuk jika hasil Pilgub DKI pada 15 Fevruari mendatang tidak menghasilkan pasangan calon yang mampu mendapatkan 50persen+1.

"Seandainya pilkada DKI Jakarta hanya diikuti dua pasang calon, publik lebih memilih pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni unggul 45,92 persen dari Basuki-Djarot dengan 24,83 persen. Sementara yang mengaku tidak tahu mencapai 29,25 persen" kata Direktur Eksekutif dan Riset Poltracking Indonesia Hanta Yuda. (Helmi Shemi)

Berita Terkait:
Timses: Makin Ditolak, Elektabilitas Ahok Semakin Naik
Jika Pilgub DKI Dua Putaran, Ahok-Djarot Diprediksi Tenggelam
Ini Nomor Harapan Ahok Saat Pengundian Nomor Urut Cagub
Ahok Jadi Tersangka, Rumah Lembang Justru Tambah Padat
Golkar: Ahok-Djarot Teruji, yang Lain Jual Janji
FOTO: Dukungan Hanura untuk Ahok

Berita Terkait

Jika Pilgub DKI Dua Putaran, Ahok-Djarot Diprediksi Tenggelam Jika Pilgub DKI Dua Putaran, Ahok-Djarot Diprediksi Tenggelam
Timses: Makin Ditolak, Elektabilitas Ahok Semakin Naik Timses: Makin Ditolak, Elektabilitas Ahok Semakin Naik
Ahok Tersangka, PPP Romi Berebut 'Swing Voters' dari Djan Faridz Ahok Tersangka, PPP Romi Berebut 'Swing Voters' dari Djan Faridz

#Lembaga Survei #Pilgub DKI Jakarta #Pilkada Serentak 2017 #Timses Ahok-Djarot #Ahok-Djarot

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar