Program Rp1 Miliar Kena Tegur Bawaslu, Ini Kata Tim Agus-Sylvi..

Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) dan Sylviana Murni (kiri) menunjukan nomor urut saat rapat pleno pengundian nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI di Jakarta, Selasa (25/10). Rapat pleno pengundian nomor urut menempatkan pasangan Agus-Sylvi pada nomor urut satu, Ahok-Djarot pada nomor urut dua, dan Anies-Sandiaga pada nomor urut tiga. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A./kye/16

Arah -  Menyikapi adanya pernyataan Bawaslu yang menduga program bantuan dana Rp1 miliar per RW per tahun yang dicanangkan Agus-Sylvi melanggar administrasi karena tidak tercantum di dalam visi dan misi yang disampaikan ke KPU DKI Jakarta, Tim hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta tidak kaku dalam memandang program yang dicanangkan pasangan calon.

"Kami berharap Bawaslu tidak terlalu kaku terhadap pengembangan ide dan program pasangan calon," ujar Ketua Tim Hukum dan Advokasi Tim Pemenangan Agus-Sylvi Didi Irawadi Syamsuddin di Jakarta, Senin.

Didi menjelaskan program bantuan dana Rp1 miliar memang tidak tertulis di dalam visi-misi Agus-Sylvi. Namun di dalam halaman 29 visi-misi yang diserahkan ke KPU DKI Jakarta, disebutkan bahwa isi visi-misi akan dielaborasi pada saat kampanye.

Menurut Didi, program dana Rp1 miliar merupakan upaya elaborasi visi-misi yang ada. Didi mengatakan justru dengan dijabarkannya program itu, maka program Agus-Sylvi menjadi lebih konkret.

Baca Juga:

Ahok Janjikan Gaji Pengemudi Transjakarta 3,5 kali UMP

Komunitas Jurnalis Berhijab, Bukan Sekedar Cerita...

Benarkah Program Rp1 Miliar Agus-Sylvi Itu Bentuk Politik Uang?

Dia mencontohkan jika pasangan calon tidak boleh menyebutkan nominal angka dalam menjabarkan visi-misi, maka program yang ditawarkan pasangan calon akan menjadi abstrak.

"Misalnya ada pasangan calon berjanji menaikkan gaji guru dan karyawan, kalau tidak disebutkan berapa naiknya, akan menjadi abstrak dan tidak bisa diukur apakah programnya realistis terhadap inflasi dan sebagainya atau tidak," ujar Didi. seperti dikutip antara

Didi juga menyampaikan pada Pilpres 2014, dua kandidat calon Presiden yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto pun menyampaikan program yang kurang lebih sama, namun kala itu Bawaslu RI tidak mempersoalkan.

"Dan yang perlu kami klarifikasi lagi adalah, Bawaslu dan KPU DKI telah menyatakan program ini bukan politik uang layaknya yang berkembang di media belakangan, melainkan diduga melanggar administrasi. Namun seperti kami jelaskan, kami meyakini kami tidak melakukan politik uang maupun melanggar adminiatrasi," jelas dia.

Tetap update berita politik terbaru, hanya di arah.com

Berita Terkait:
Bawaslu: Yang Paling Sulit Diatur Itu Tim Sukses dan Simpatisan
Kunjungi Kota Tua, Agus Harimurti Dicurhati PKL dan Pengamen
Kunjungi Pondok Labu, Agus Terima Keluhan Soal Macet dan Banjir
'Tacticool' Seragam Kampanye Agus-Sylvi Untuk Rebut Hati Rakyat
Jubir: Amunisi Kampanye Agus-Sylvi Sudah Siap!
FOTO: Dukungan Hanura untuk Ahok

Berita Terkait

Kunjungi Pondok Labu, Agus Terima Keluhan Soal Macet dan Banjir Kunjungi Pondok Labu, Agus Terima Keluhan Soal Macet dan Banjir
Kenapa AHY-Sylvi Tidak Datang Debat, AHY: Gerilya Lapangan Kenapa AHY-Sylvi Tidak Datang Debat, AHY: Gerilya Lapangan
'Tacticool' Seragam Kampanye Agus-Sylvi Untuk Rebut Hati Rakyat 'Tacticool' Seragam Kampanye Agus-Sylvi Untuk Rebut Hati Rakyat

#Pilkada DKI Jakarta 2017 #Pilkada Serentak 2017 #Pasangan Agus-Sylvi #Tim Sukses Agus-Sylviana

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar