Polri: Teroris Kini Menyamar Jadi Anak Kos, Warga Harus Waspada!

Personel Brimob memeriksa area rumah kontrakan terduga anggota jaringan teroris saat dilakukan penggerebekan oleh tim Densus 88 Mabes Polri, di kawasan Bintara Jaya 8, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/12). Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap tiga orang terduga anggota kelompok teroris dan menemukan bom siap ledak yang berdaya ledak tinggi, selanjutnya dilakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti di rumah tersebut. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/pras/16

Arah -  Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk selalu berhati-hati pada orang sekitar rumahnya terutama orang baru yang tinggal mengontrak.

Pasalnya, Sudah ada tujuh tersangka teroris yang ditangkap oleh pihak kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada Minggu ini, mayoritas tersangka itu tidak tinggal dirumah milik sendiri melainkan mengontrak rumah atau tinggal di kost-kostan dan berbaur dengan warga agar tidak mudah terdeteksi oleh pihak berwenang.

"Untuk masyarakat luas paling tidak kita bangun suatu kewaspadaan dengan orang baru sekitar kita, orang orang yang ngontrak. Sama persis nih 2003, urusan saya nangkep Azhari dan Nurdin m top, dirumah kos-kosan, ngaku sebagai mahasiswa S3 di ITB," ungkap Boy di gedung sate, Bandung, Senin (12/12/2016).

Ketidak tahuan masyarakat atas identitas dan kegiatan orang baru di sekitarnya itulah  yang bisa saja membahayakan karena pelaku teror biasanya melakukan tindakan perencanaan aksi teror di tempat sementaranya sebelum mengeksekusi target utama.

"Mereka yang mempunyai rumah kontrakan, rumah kos, harus waspada, jangan sampai ada kegiatan kegiatan persiapan kejahatan yang dilakukan itu Tidak disadari oleh RT RW atau tokoh tokoh lingkungan sekitar," jelasnya.

Baca Juga:

Kunjungi Museum Tsunami Aceh, Fahri Hamzah: Ini Memori Bangsa!

Ini Tren Media Sosial yang Dapat Menimbulkan Trauma



Oleh karena itu kewaspadaan harus ditingkatkan.dan semangat kepedulian publik pada orang sekitarnya untuk bisa mengeliminasi bahaya teroris atau pelaku kejahatan lainnya yang bisa meresahkan masyarakat Indonesia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kelompok teroris yang ditangkap di Bekasi dan Ngawi ialah kelompok teroris baru yang memiliki keterkaitan dengan Bahrun  Naim, kelompok jaringan baru ini berencana melakukan bom bunuh diri untuk menyerang istana negara.(Haryanto)

Selalu pantau berita terkini hanya di arah.com

Berita Terkait:
Kelompok Teror Dompleng Demo 411 untuk Beraksi, Ini Tujuannya...
Jelang Pilkada, Polri Minta Warga Hindari Aksi Provokasi
Peneliti: Tertangkapnya Basri Awal Kehancuran Kelompok Santoso
Polri Masih Usut Dugaan Aliran Dana Teroris yang Masuk Indonesia
Satgas Tinombala Berhasil Tangkap Penerus Teroris Santoso
FOTO: Gerak Jokowi Usai Aksi 4/11

Berita Terkait

Kelompok Teror Dompleng Demo 411 untuk Beraksi, Ini Tujuannya... Kelompok Teror Dompleng Demo 411 untuk Beraksi, Ini Tujuannya...
Jelang Pilkada, Polri Minta Warga Hindari Aksi Provokasi Jelang Pilkada, Polri Minta Warga Hindari Aksi Provokasi
Polri Intensifkan Lacak Bahrun Naim Polri Intensifkan Lacak Bahrun Naim

#Polri #Boy Rafli Amar #Terorisme

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar