Naman Sanip Divonis 2 Bulan Penjara dengan Percobaan 4 Bulan

Naman Sanip (kiri) seorang tukang bubur diadili atas dakwaan mengadang kampanye Djarot Saiful Hidayat di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada 9 November 2016 lalu. (Foto: arah.com/ Wildan Zulfiansyah)

Arah - Terdakwa kasus pengadangan kampanye calon wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat, Naman Sanip (52) sudah divonis dua buan penjara dengan masa percobaan selama 4 bulan.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Musrijal mengatakan bahwa Naman terbukti secara sah dan sengaja menghalangi jalannya kampanye.

"Menyatakan sah dan terbukti sengaja menghalangi kampanye. Dengan ini pengadilan menjatuhkan hukuman 2 bulan penjara dengan masa percobaan selama 4 bulan," ujarnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (21/12/2016).

Baca Juga:

Klub Jepang Ini Nyaris Permalukan Raksasa Real Madrid

Ucapkan Selamat Tinggal, Kemana Gelandang Chelsea Ini Pergi?

Ia menjelaskan, tentang putusan tersebut, bahwa terdakwa Naman Sanip (52) tidak harus menjalani masa kurungan penjara selama 2 bulan seperti yang ditetapkan. Kecuali ia melakukan hal yang sama atau tindak pidana lain selama 4 bulan masa percobaan berlangsung.

"Tidak akan menjalani masa hukuman penjara kecuali ada putusan lanjutan dari hakim atas perbuatan saudara selama masa percobaan. Jika selama 4 bulan saudara tidak melakukan tindak pidana, maka hukuman tersebut dihilangkan," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, JPU Reza Murdani menuntut hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan kepada terdakwa penghadang kampanye calon wakil gubernur Djarot Saiful Hidayat, Naman Sanip (52).

JPU menilai Naman melanggar Pasal 187 Ayat 4, Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Dalam pasal tersebut dikatakan seorang terdakwa bisa dijerat dengan hukuman penjara paling singkat satu bulan dan paling lama enam bulan penjara, atau denda paling sedikit Rp 600 ribu dan paling banyak Rp 6 juta. (wildan)

Video: Vonis Pengadilan Tukang Bubur Penghadang Cawagub Djarot



Untuk berita politik terbaru hanya di arah.com

Berita Terkait:
Seperti Ahok, Djarot Juga Berurusan dengan Pengadilan
Ini Jurus Djarot Hadapi Penolakan Warga Petamburan
Ini Akibatnya, Jika Terjadi Pengadangan Kampanye Pilkada
Bawaslu DKI Jakarta Panggil Pendemo Tolak Kampanye Djarot
Djarot Maafkan Tukang Bubur yang Mengadang Kampanyenya

Berita Terkait

Bawaslu DKI Jakarta Panggil Pendemo Tolak Kampanye Djarot Bawaslu DKI Jakarta Panggil Pendemo Tolak Kampanye Djarot
Soal Isu Penghapusan Struktur RT/RW, Djarot: Itu Black Campaign Soal Isu Penghapusan Struktur RT/RW, Djarot: Itu Black Campaign
Seperti Ahok, Djarot Juga Berurusan dengan Pengadilan Seperti Ahok, Djarot Juga Berurusan dengan Pengadilan

#Penolakan Kampanye Djarot #Kampanye Djarot #Pilkada DKI Jakarta 2017

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar