Anggaran Negara Kerap Berlebih, ini Saran Sri Mulyani

Mantan Wapres Boediono (tengah), Menteri Keuangan Sri Mulyani (Kiri) dan Mantan Menkeu Chatib Basri (kanan) bersiap menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Tantangan Pengelolaan APBN Dari Masa ke Masa, Jakarta, Rabu (30/11). Seminar tersebut membahas soal peranan penting APBN sebagai instrumen dalam mengelola ekonomi untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, mengurangi kesenjangan dan kemiskinan serta meningkatkan produktivitas dan daya saing. (Foto: Antara/Widodo S. Jusuf)

Arah -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung upaya untuk membuat perencanaan anggaran yang lebih efektif agar realisasi belanja benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak terjadi "over budgeting".

"Saya minta ada kajian, sebetulnya 'over budgeting' seberapa banyak. Ditjen Perbendaharaan dan Ditjen Anggaran nanti duduk sama-sama dan melihat untuk memperbaiki proses penganggaran di Indonesia," kata Sri Mulyani, di Jakarta, Sabtu (24/12).

Sri Mulyani mengatakan manajemen anggaran yang lebih baik harus dilakukan, karena masih ada perencanaan yang melebihi estimasi, sehingga terdapat realisasi belanja yang terlalu banyak dan bisa mempengaruhi proyeksi defisit fiskal.

"Kita melihat dampaknya adalah penyerapan. Bagi kita, dari sisi manajemen anggaran, suatu 'over budegting' atau kurang akuratnya estimasi ini bisa menggambarkan dan menciptakan dampak jumlah anggaran belanja terlalu besar," katanya.

Seperti dilansir dari Antara, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mencontohkan apabila pemerintah bisa membuat perencanaan yang efektif sebesar lima persen dari total belanja yang saat ini telah mencapai kisaran Rp2.000 triliun, maka jumlah penerbitan surat utang untuk menutup defisit bisa ditekan.

"Kalau kita bisa melakukan efisensi dan akurasi desain belanja termasuk jumlahnya, katakanlah lima persen dari Rp2.000 triliun, itu kan Rp100 triliun. Kalau melakukan anggaran yang akurat, maka kita tidak perlu membuat anggaran belanja Rp100 triliun lebih tinggi," ujar Sri Mulyani.

Baca Juga:
Bulu Mata Buatan Indonesia Disukai di Meksiko
Pembangkit Karya Anak Negeri Pasok Setrum ke PLN
Wah...! Ternyata Ada Gambar Tersembunyi pada Uang Baru


Untuk itu, Sri Mulyani memastikan nilai "over budgeting" tersebut akan dikurangi melalui manajemen anggaran yang lebih memadai dan perbaikan estimasi biaya itu dilakukan melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Terkait pencairan belanja kementerian dan lembaga menjelang berakhir tahun anggaran, Sri Mulyani memastikan jajaran Ditjen Perbendaharaan akan terus bekerja dengan profesional melalui percepatan proses layanan serta memastikan ketersediaan kas jelang akhir tahun.

"Kita bekerja harus profesional dan memperbaiki sinergi penganggaran dan pencairan dengan menggunakan data untuk perbaikan pelayanan, sehingga kalau misalnya belanja tidak makin baik, tapi 'delivernya' makin baik kan itu bagus juga," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Berita Terkait:
Mahasiswa Ngakak, Saat Sri Mulyani Bicara soal Dimas Kanjeng
Usai Bicara Anggaran, Sri Mulyani Jajal 'Mannequin Challenge'
Bertemu 242 Orang Terkaya, Menkeu: Ada yang Belum Punya NPWP!
Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah Terkait Anggaran
Sri Mulyani: Target Penerimaan Pajak Rp1.495 T di RAPBN 2017

Berita Terkait

Mahasiswa Ngakak, Saat Sri Mulyani Bicara soal Dimas Kanjeng Mahasiswa Ngakak, Saat Sri Mulyani Bicara soal Dimas Kanjeng
Usai Bicara Anggaran, Sri Mulyani Jajal 'Mannequin Challenge' Usai Bicara Anggaran, Sri Mulyani Jajal 'Mannequin Challenge'
Bertemu 242 Orang Terkaya, Menkeu: Ada yang Belum Punya NPWP! Bertemu 242 Orang Terkaya, Menkeu: Ada yang Belum Punya NPWP!

#Menteri Keuangan #Sri Mulyani #Sri Mulyani Indrawati #apbn #anggaran negara

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar