Gairah Persatuan Umat Muslim Meningkat, Hati-hati Susupan Teroris

Ribuan umat Islam melaksanakan salat Jumat saat Aksi Bela Islam III di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Arah - Pengamat Intelijen dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai konsolidasi umat pasca aksi 4/11 dan 2/12, tak hanya meningkatkan "gairah" (semangat), namun bermunculan juga kelompok atau golongan baru yang dapat dikatakan belum jelas alirannya dan berpotensi mengajak umat memilih "jalan perjuangan" ekstrim.

"Jadi apakah bisa dibilang munculnya gerakan-gerakan perjuangan di umat Islam belakangan ini justru membawa angin segar buat kelompok teror. Tentu tidak langsung," katanya melalui keterangan tertulis, Minggu (25/12) seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Menurut dia potensi ancaman juga tak serta merta meningkat secara langsung, hanya saja eforianya yang perlu diwaspadai terutama di kalangan apa yang disebut kelompok "muslim baru" itu. "Karenanya, penting bagi para ulama dan tokoh-tokoh agama untuk menjaga barisan umat tetap rapat dan solid," ujarnya.

Baca Juga:

170 Negara Bebas Visa, AncamanTerorisme Akan Semakin Besar

Bagaimanapun, kata Khairul perang global melawan terorisme telah gagal karena bukannya mereda, kelompok teror bahkan bermetamorfosis menjadi kelompok aksi insurgensi dengan persenjataan memadai, dukungan logistik, dan teroganisir rapi. Sementara, bicara insurgensi ia mengatakan tentu saja lawan efektifnya adalah operasi militer.

"Apakah ini semua hendak mengarah dan digiring ke sana. Semoga tidak. Biayanya sangat mahal dan lebih baik digunakan untuk memperkuat daya tahan masyarakat. Karena virus terorisme masih akan tetap eksis selama kita belum bisa menghilangkan ketidakadilan, kesenjangan, kemiskinan dan kebodohan," tuturnya.

Ia menambahkan Polri dan para pemangku pemberantasan terorisme jangan kehilangan kecerdasan. "Kegagalan meyakinkan masyarakat hanya akan berarti satu hal, kehilangan sumber informasi terbaiknya, yaitu masyarakat," kata Khairul.

Selalu update berita terkini hanya di arah.com

Berita Terkait:
Tuduh TNI akan Kembali Seperti Dulu, Luhut: Itu Kampungan!
Ini Alasan Polisi Kesulitan Mengevakuasi Jenazah Santoso
170 Negara Bebas Visa, Ancaman Terorisme Akan Semakin Besar
Begini Proses Panjang Identifikasi Jenazah Santoso

Berita Terkait

Ini Alasan Polisi Kesulitan Mengevakuasi Jenazah Santoso Ini Alasan Polisi Kesulitan Mengevakuasi Jenazah Santoso
Tuduh TNI akan Kembali Seperti Dulu, Luhut: Itu Kampungan! Tuduh TNI akan Kembali Seperti Dulu, Luhut: Itu Kampungan!
750 Personel Bakal Kawal Hari Buruh Bogor 750 Personel Bakal Kawal Hari Buruh Bogor

#Pemerintahan Jokowi-JK #Pemberantasan Terorisme #TNI/Polri

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar