KPAI Ingin Pastikan Korban Selamat Pulomas Mau Beri Keterangan

Petugas kepolisian berjaga di depan rumah lokasi pembunuhan di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12). Sebanyak sebelas orang, diantaranya enam orang tewas setelah disekap para pelaku di dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter, sementara lima korban selamat. Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut kasus pembunuhan tersebut. (Antara/Muhammad Adimaja)

Arah - Ketua Divisi Sosialisasi KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Erlinda yang hadir di Ruamh sakit mengatakan KPAI akan berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait kasus pembunuhan sadis yang terjadi Selasa (27/12) untuk berbicara dengan salah stu korban selamat, Zanette Kalila Azaria (13).

Beberapa lembaga tersebut yakni Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA), Tim Psikolog Pemperintah Provinsi DKI Jakarta, Kementrian Sosial, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Indonesia (TRC-PAI), dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

"KPAI ingin memastikan apakah Anet bersedia untuk berkoordinasi memberikan keterangan dalam upaya penegakan hukum dan proses penyidikan dari kasus ini," katanya, Rabu (28/12).

"Karena Anet -sapaan Zanette- masih berusia 13 tahun dan 4 saksi lain yang masih hidup adalah orang dewasa," lanjut Erlinda.

Baca juga:

Usai Hadiri Pemakaman Ayahnya, Anet Kembali ke Rumah Sakit

MA Mutasi dan Copot Jabatan Dora 'si Pencakar Polantas'

Cari Pelaku Pembunuhan di Pulomas, Polisi Belum Interogasi Ko

Erlinda ingin mengetahui apakah Anet mau berpartisipasi dalam memberikan keterangan terkait kasus tersebut guna penyelidikan dan penegakan hukum.

"Karena kita harus mendengarkan partisipasi anak apakah ananda (Anet) bersedia untuk memberikan keterangan dalam proses penegakan hukum maupun penyidikan lebih lanjut, ataukah sang anak mau membantu pihak kepolisian dalam memberikan keterangan-keterangan tersebut," jelasnya.

Namun Erlinda menegaskan partisipasi tersebut tidaklah mutlak, mengingat usia Anet yang masih tergolong muda.

"Karena dengan kondisi ananda yang berusia 13 tahun tidak mutlak ananda harus hadir dalam kesaksian karena kebetulan 4 saksi lain yang alhamdulillah masih hidup dalam keadaan sehat," tutup Erlinda.

Sebelumnya diketahui Anet yang masih menjalani pemeriksaan rawat inap menghadiri pemakaman ayah dan kedua saudaranya di taman pemakamam umum (TPU) Tanah Kusir. Anet lalu kembali ke RS pada pukul 13.00 WIB ditemani ibunya dan dua orang suster perawat. Anet juga salah satu dari 5 korban selamat atas peristiwa mengenaskan yang menewaskan 6 orang tersebut. (Shemi)

Berita politik terkini , hanya di arah.com

Berita Terkait:
Akun Instagram Putri Korban Perampokan Pulomas Banjir Ucapan Duka
Korban Perampokan Pulomas Sempat Bikin Video Mannequin Challenge
Ungkapan Haru Kekasih Diona, Korban Perampokan Sadis
Pelaku Merencanakan Perampokan di Hotel Asri Ciputat
Korban Perampokan Pulo Mas Dikenal Sangat Dermawan

Berita Terkait

Korban Perampokan Pulomas Sempat Bikin Video Mannequin Challenge Korban Perampokan Pulomas Sempat Bikin Video Mannequin Challenge
Ungkapan Haru Kekasih Diona, Korban Perampokan Sadis Ungkapan Haru Kekasih Diona, Korban Perampokan Sadis
Akun Instagram Putri Korban Perampokan Pulomas Banjir Ucapan Duka Akun Instagram Putri Korban Perampokan Pulomas Banjir Ucapan Duka

#perampokan rumah pulomas #Kasus perampokan #perampokan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar