Firasat Buruk Aris Antar Kepergian Istrinya di Dermaga

Kapal Terbakar Muara Angke

Arah - Peristiwa terbakarnya KM Zahro Express kemarin, Minggu (1/1/2017), menyisakan kepedihan yang mendalam bagi keluarga korban. Tak mudah bagi kebanyakan orang untuk menerima kenyataan kehilangan salah satu anggota keluarga, apalagi ia adalah sosok yang dicinta.

Aris Hartanto harus pasrah mengawali tahun 2017 tanpa kehadiran istri tercinta, Eli Aliah. Ia tak menyangka, kepergian sang belahan hati ke Pulau Tidung untuk menghabiskan sisa libur tahun baru ternyata untuk selamanya.

Baca juga:

Penampakan Astronot 'Mannequin Challenge' di Luar Angkasa

Masih Muda Sudah Ubanan? Coba Deh Cara yang Satu Ini…

Top Skor Liga Inggris: Alexis Sanchez Gagal Dekati Diego Costa

Eli merupakan salah satu dari 23 korban meninggal akibat terbakarnya KM Zahro Express di pelabuhan Muara Karang. Eli tewas saat proses evakuasi para korban yang menceburkan diri ke laut.

"Istri usia 42 tahun. Sudah melihat jenazah, nemenin dari jam 10.30 WIB tadi, sampai di RS Atmajaya. Utuh, tidak ada apa-apa, tidak ada yang terbakar," ujar Aris (51) kepada ANTARA News di RS Polri, Kramat Jati, Minggu (1/1/2016) malam seperti dikutip dari Antara.

Aris juga tak menyangka, kepergian istrinya untuk menemani adiknya dalam perjalanan bersama rekan-rekan satu kantornya, berujung petaka.

"Istri sebetulnya sama adik ipar itu mau survei untuk acara kantornya adik ipar, mau jalan-jalan ke Pulau Tidung. Ternyata, adik ipar lainnya bersama suami dan anaknya ikut pergi, termasuk anak saya dan istri. Lalu terjadi musibah," tutur Aris.

Bukan hanya istrinya, Aris menyatakan ada tujuh kerabat Aris yang ikut dalam perjalanan yang semestinya penuh suka cita itu.

"Kebetulan bareng sama anak bayinya umurnya tiga tahun dan satu tahun. Anak saya, sembilan tahun dan sisanya dewasa," imbuh dia.

Mengenai firasat, Aris tak menyangka jika rasa lemas yang ia rasakan sewaktu mengantarkan keluarganya di Dermaga Muara Karang, adalah pertanda buruk yang akan menimpanya.

"Tadi pagi, mungkin pas perjalanan saja saya menyetir sendiri, kayaknya perasaan lemas, padahal berangkatnya enggak apa-apa," kata Aris.

Keihklasan Aris melepas sosok yang dicintainya nampak dari keteguhannya menceritakan istrinya yang saat itu padahal sudah mengenakan pelampung, namun takdir berkata lain.

“Anak saya dan istri sebetulnya posisinya sudah pakai pelampung, hanya mungkin takdirnya seperti itu. Istri tidak bisa berenang, mungkin sempat kelelep dan minum air laut," kata Aris.

Kapal Zahro Express tujuan Pulau Tidung di Kepulauan Seribu terbakar di tengah laut, sekitar Pulau Bidadari, wilayah Jakarta Utara, sekitar pukul 09.00 WIB.

Pusat Pengendalian Operasional dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD DKI Jakarta mengungkapkan total korban meninggal 23 orang, 17 orang luka-luka, 17 orang hilang dan 194 orang selamat.

Selalu update dan pantau berita politik terkini hanya di arah.com

Berita Terkait:
Jasa Raharja Salurkan Santunan Korban Kapal Zahro Express
Deretan Kecelakaan Kapal Paling Memilukan di Indonesia
Dinas Kesehatan Rilis Daftar Korban yang Dirawat di RS Atmajaya
Sukses Ekspor Kapal Perang, JK Puji PT PAL
Ngeri! Detik-detik Tenggelamnya Kapal Pengangkut Migran
Dengan Tanker Nakhoda Berhijab Arungi Nusantara

Berita Terkait

Soal Manifest Abal-abal KM Zahro, Ini Jawaban Menteri Perhubungan Soal Manifest Abal-abal KM Zahro, Ini Jawaban Menteri Perhubungan
 Ahok Ingin Angkutan Kapal di DKI Contoh Pola TransJakarta Ahok Ingin Angkutan Kapal di DKI Contoh Pola TransJakarta
KNKT Akan Klarifikasi Manifest Penumpang Kapal Terbakar          KNKT Akan Klarifikasi Manifest Penumpang Kapal Terbakar

#Zahro Express #Kapal Terbakar #Kapal

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar