NASA Bentuk Badan Khusus untuk Mencegah Kiamat

Ilustrasi Bumi dan asteroid/NASA.gov

Arah -  Asteroid adalah salah satu objek luar angkasa yang sangat membahayakan jika menabrak Bumi. Salah satu teori menyatakan bahwa asteroid-lah yang bertanggungjawab atas punahnya dinosaurus pada zaman pubakala.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi, NASA baru-baru ini membentuk sebuah organisasi khusus yang bertanggungjawab untuk mempertahankan Bumi dari ancaman asteroid.

SeMengutip space.com, organisasi bernama Planetary Defense Coordination Office (PDCO) atau Badan Koordinasi Pertahanan Planet tersebut akan berada di bawah divisi Planetary Science NASA yang bermarkas di Washington, D.C.

Baca juga:

Viking Persib Dukung Penuh Status Persebaya

Kongres PSSI Siap Digelar, Panpel Akan Bahas Nasib Persebaya

Ini Dia Jurnalis Wanita Pertama yang Berani Mati di Gaza

Inilah Deretan Perjuangan Pria Muslim Paling Mengagumkan di Dunia

Kapolri Kembali Ingatkan Sebar Berita Hoax Bisa Dipidana

Tidak Bisa Bubarkan FPI, Kuasa HukumAhok Serukan Laporkan Rizieq

Ini Jawaban Habib Novel Soal 'Fitsa Hats' yang Menjadi Viral

PDCO juga dikabarkan akan dikomandani oleh Lindley Johnson yang merupakan salah satu eksekutif NASA untuk program near-Earth object (NEO).

Hingga saat ini, setidaknya terdapat lima tugas utama PDCO. Pertama adalah mengawasi setiap objek yang berada di dekat orbit Bumi dan sekitar matahari yang ditemukan NASA.

Kedua, memimpin segala bentuk operasi pertahanan terhadap ancaman asteroid yang berpotensi akan menabrak Bumi.

Ketiga, menjalin kerjasama dengan berbagai agensi pemerintahan, terutama Federal Emergency Management Agency (FEMA).

Keempat, membantu pemerintah dan agensi lainnya untuk mengatasi krisis yang diakibatkan ancaman asteroid. Yang terakhir adalah memberikan peringatan dini kepada dunia akan ancaman asteroid berdasarkan fakta ilmiah.

Lebih dari 13.500 asteroid kini berada di sekitar orbit Bumi dan 95 persen di antaranya ditemukan saat NASA memulai penelitian mengenai objek di dekat orbit Bumi.

NASA juga mengatakan bahwa ada sekitar 1.500 objek baru yang muncul setiap tahunnya. Hal tersebut membuat NASA memutuskan untuk memberikan perhatian lebih terhadap objek-objek tersebut.

Berita politik terkini hanya di arah.com

Berita Terkait:
NASA Bawa Dua Eksperimen Pelajar Indonesia ke Luar Angkasa
Bagaimana Jika Komet Swift-Tuttle Tabrak Bumi di Tahun 2126?
Menakjubkan! ISS Lewati 3 Badai Besar di Bumi dalam 1 Hari
Wah! Ini Bunga Pertama yang Tumbuh di Luar Angkasa
Yakin Ada Alien, Ilmuwan akan Kirim Teleskop ke 'Bumi Kedua'

Berita Terkait

Menakjubkan! ISS Lewati 3 Badai Besar di Bumi dalam 1 Hari Menakjubkan! ISS Lewati 3 Badai Besar di Bumi dalam 1 Hari
Bagaimana Jika Komet Swift-Tuttle Tabrak Bumi di Tahun 2126? Bagaimana Jika Komet Swift-Tuttle Tabrak Bumi di Tahun 2126?
NASA Bawa Dua Eksperimen Pelajar Indonesia ke Luar Angkasa NASA Bawa Dua Eksperimen Pelajar Indonesia ke Luar Angkasa

#nasa bawa penelitian indonesia #NASA #Badan Antariksa Nasional AS (NASA) #Kepunahan Bumi #Bumi

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar