Blusukan Cek Harga Cabai, Djarot Menolak Ditawari Beli Cabai

Ilustrasi: Pedagang menata cabai rawit merah di Pasar Baru, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/7). Harga cabai rawit merah yang sempat turun dari Rp40 ribu per kilogram kembali naik menjadi Rp60 ribu per kilogram karena berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. (Foto: Antara/Ivan Pramana Putra)

Arah -  Harga cabai yang melonjak, membuat calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau pemasaran cabai di Pasar Minggu, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017).

Di pasar tersebut, cabai rawit merah saat ini dijual dengan harga Rp 120 ribu per kilogram, sementara cabe merah keriting dijual seharga Rp 50 ribu per kilogram.

Dia mengatakan, cabai di Jakarta dipasok dari daerah lain sehingga produksi cabai yang mengalami gangguan di sumbernya akan berpengaruh pada pasokan cabai ke Jakarta.

Djarot mengusulkan, warga agar menanam cabai di pekarangan rumah atau di pot sehingga tidak membutuhkan ruang yang besar.

"Mari kita tanam (cabai) di pot, di polybag," ujar Djarot kepada warga di Pasar Minggu.

Bahkan, ketika seorang pedagang di Pasar Minggu menawarkan agar Djarot membeli cabai, mantan Wali Kota Blitar itu enggan membeli cabai karena pihaknya menanam cabai di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan cabai di dapur.

"Kami aja tanam, kami punya lahan sedikit di Cibubur, kami tanam untuk cabai, kunyit ya sehingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari tidak perlu," tuturnya.

Dia menuturkan, jika tidak memiliki lahan maka warga dapat menanam cabai di pot atau polybag. Paling tidak, warga mempunyai tanaman cabai untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

"Maka ibu-ibu harus kreatif tanam cabai di polybag," tuturnya.seperti dikutip antara

Baca Juga:

Ini Alasan PN Jakut Batasi Media yang Meliput Sidang Ahok

Zaskia Mecca Lebarkan Usaha Bisnis Lip Cream 'Zam' Bersaudara

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu belakangan ini disebabkan karena cuaca dan musim yang buruk pada 2016.

"Yang namanya harga tergantung suplai dan demand. Kadang musiman dan kedua karena 2016 jelek cabe," kata Jokowi ditemui usai "blusukan" di Pasar Kanjen, Kabupaten Pekalongan pada Senin pagi.

Menurut Presiden, harga komoditas yang fluktuatif bisa terjadi jika suplai terganggu akibat keadaan musim.

Jokowi meminta masyarakat agar mensubtitusi jenis cabai untuk dikonsumsi selama suplai cabai rawit merah belum normal.

Berita Terkait:
Djarot Bantah Jika Tukang Bubur Menghadangnya Di Lokasi Ketiga
Djarot: Yusril Itu Bisa Bantu Ahok Dalam Kasus Penistaan Agama
Apa Sajakah Visi- Misi Ahok-Djarot?
Blusukan di Demo, Djarot: Jangan Memaksakan Kehendak!
Djarot Blusukan Saat Hujan, Ini Reaksi Warga Keramat Jati…

Berita Terkait

Djarot Bantah Jika Tukang Bubur Menghadangnya Di Lokasi Ketiga Djarot Bantah Jika Tukang Bubur Menghadangnya Di Lokasi Ketiga
Djarot: Yusril Itu Bisa Bantu Ahok Dalam Kasus Penistaan Agama Djarot: Yusril Itu Bisa Bantu Ahok Dalam Kasus Penistaan Agama
Apa Sajakah Visi- Misi Ahok-Djarot? Apa Sajakah Visi- Misi Ahok-Djarot?

#Pilkada DKI Jakarta 2017 #Calon Wakil Gubernur #Djarot Saiful Hidayat #harga cabai

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar