Ini Sikap Menpora Terkait Kasus Doping PON dan Peparnas Jabar

Menpora Imam Nahrawi (Antara/Wahyu Putro)

Arah -  Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Peparnas XV telah usai September dan Oktober 2016 lalu. Namun hingga kini, masih ada sedikit cerita yang mencoreng pesta olahraga se-Indonesia tersebut. Sebanyak 12 atlet Pekan Olahraga Nasional XIX dan dua atlet Pekan Paralimpik Nasional XV Jawa Barat dinyatakan positif menggunakan doping. Hal ini tentu saja mencoreng dunia olahraga tanah air.

Kementerian Pemuda dan Olahraga sangat menyesalkan temuan tersebut. Menpora Imam Nahrawi menaruh perhatian penting terhadap munculnya kasus doping yang dilakukan oleh atlet di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Peparnas. Melalui situs resmi Kemenpora, Imam memberikan pernyataan sikapnya terhadap skandal ini.

Baca Juga:

Jelang IBL 2017, Tim Asal Bandung Ini Gelar Turnamen Segi Empat

Satria Muda Optimis Tatap IBL 2017

Ada Dua Divisi, Persaingan IBL 2017 Makin Sengit

Berikut pernyataan sikap Menpora Imam Nahrawi terkait terungkapnya 14 nama atlet yang positif doping.

1. Kementerian Pemuda dan Olahraga akan memberi ruang bagi atlet untuk mengajukan hak jawab hingga mengajukan banding. Hak jawab ini diperlukan agar atlet punya kesempatan untuk menjelaskan kondisi yang dialaminya pada saat PON dan Peparnas berlangsung

2. Saya akan pastikan kasus ini ditelusuri hingga tuntas dan proses berjalan dengan transparan dan seadil mungkin. Persoalan doping ini jangan dilihat sebelah mata. Apalagi jumlah atlet yang terindikasi doping lebih tinggi daripada PON Riau, empat tahun lalu yaitu 7 orang.
3. Kasus ini harus ditindaklanjuti secara serius dan berhati-hati karena terkait masa depan atlet. Sanksi olahraga terhadap atlet bisa saja diberlakukan seumur hidup jika nantinya atlet terbukti sengaja menggunakan doping untuk prestasi.

4. Jika dugaan doping terbukti, maka ini berarti masih ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh mereka yang tak mau berkompetisi dengan bersih. Tindakan tegas penting diambil untuk melindungi atlet-atlet bersih yang berjuang keras untuk merebut prestasi. Arena olahraga harus dijalankan dengan prinsip keadilan. Marwah atlet sebagai orang yang berjuang semaksimal mungkin untuk menembus batas-batas kemampuan diri sendiri pun harus dijaga.

5. Kemenpora juga akan memperkuat kelembagaan Lembaga Anti Doping (LADI). Ke depannya, LADI wajib mensosialisasikan obat-obatan yang masuk dalam kategori doping atau mengandung zat yang dilarang penggunaaannya oleh Badan Doping Internasional (WADA).

Download Aplikasi "ARENA Berita Olahraga Terlengkap"
Klik Banner di Bawah Ini

Berita Terkait:Tersangkut Kasus Doping, Dua Atlet Jateng Siapkan Pembelaan
Ribuan Relawan Siap Sukseskan PON 2016
Tinggal Hitungan Hari, 13 Atlet PON Masih Bermasalah
Papua akan Jadi Tuan Rumah PON 2020
2.000 Batu Akik Jadi Cinderamata PON
FOTO: Mereka yang Datang untuk Menang 'Berjaya di Tanah Legenda'
FOTO: PON XIX Kami Datang untuk Menang, Berjaya di Tanah Legenda
FOTO: Sukacita Sambut Peraih Medali Olimpiade

Tag : #Pekan Olahraga Nasional #Menpora Imam Nahrawi #kemenpora #PON Jawa Barat #Pekan Olahraga PON 2016 #Peparnas 2016

Berita Terkait

Tersangkut Kasus Doping, Dua Atlet Jateng Siapkan Pembelaan Tersangkut Kasus Doping, Dua Atlet Jateng Siapkan Pembelaan
Ribuan Relawan Siap Sukseskan PON 2016 Ribuan Relawan Siap Sukseskan PON 2016
Tinggal Hitungan Hari, 13 Atlet PON Masih Bermasalah Tinggal Hitungan Hari, 13 Atlet PON Masih Bermasalah

#kemenpora #Menpora Imam Nahrawi #Pekan Olahraga PON 2016 #PON Jawa Barat #Pekan Olahraga Nasional #Peparnas 2016

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar