Begini Sosok Kepala Daerah Pembawa Kemajuan Versi Bappenas

Kepala Bappenas bersama narasumber seminar nasional inovasi daerah

Arah -  Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong kepala derah terus melakukan inovasi dalam kebijakan publik, terutama dalam kebijakan ekonomi daerah.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu mengatakan dalam konteks desentralisasi, pemerintah sudah melakukannya, baik dari sisi politik, administrasi, maupun fiskal. Namun dari sisi desentralisasi ekonomi masih belum dirasakan.

"Tak banyak daerah yang memiliki kebijakan ekonominya sendiri. Kebanyakan hanya ikuti daerah lain atau kebijakan pusat," ujarnya.

Bambang menuturkan, tatkala ia masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, dalam beberapa kesempatan ia ditemui oleh kepala daerah dan isu yang dibawa mereka umumnya sama, yakni masalah kekurangan anggaran.

Sementara itu, ketika ia menjabat sebagai Kepala Bappenas, kepala daerah yang menemuinya meminta diadakan proyek di daerahnya.

Menurut Bambang, hal tersebut wajar saja. Namun, banyak juga kepala daerah yang tidak sering bertemu dengan pemerintah pusat dan justru kepala daerah tersebut memiliki inovasi dalam mengembangkan daerahnya.

Baca Juga:

Rugi Ratusan Juta, Penyanyi Sulis Jadi Korban Investasi Bodong

Bappenas & Kemenkeu Dituding Bertanggung Jawab Soal Pekerja Tiongkok

Bersedekah Sebulan, Pengusaha ini Raup Pendapatan Rp3 Miliar

"Kami ingin memberikan apresiasi kepada daerah yang memiliki kebijakan ekonominya sendiri sehingga daerah itu tak lagi bergantung pada pusat. Makanya bupati atau wali kota yang inovatif tadi tidak perlu ketemu pemerintah pusat," ujar Bambang.

Ia mencontohkan sejumlah inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah, seperti inovasi layanan kesehatan "Homecare Dottorotta" yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar, Smart City oleh Pemerintah Kota Bandung, dan Smart Kampung oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

"Ini hanya sebagian, saya yakin banyak inovasi yang sudah dilakukan kepala daerah," katanya.

Bambang mengingatkan, dalam melakukan inovasi, pemerintah daerah harus tetap memegang kearifan dan karakteristik lokal agar bisa lebih dipahami masyarakat dan mendorong ekonomi daerah.

"Dalam konteks otonomi daerah, kearifan lokal, inisiatif lokal, dan karakteristik lokal tetap penting," ujar Bambang.

Berita Terkait:Pemimpin Kreatif Kunci Pembangunan Inovatif
Tiga Inovasi Pelayanan Publik Jabar Diadopsi 17 Provinsi
Mall Ini Sediakan Ruangan Bagi Pria Lelah Temani Pasangan Belanja
Keren! Gaun Ini Bisa Berganti-ganti Warna Sesuai Keinginan
Sebentar Lagi, Beli Makanan dan Tiket Bisa Lewat Facebook

Tag : #Pemerintah Daerah #Inovasi #inovasi pelayanan publik #Bappenas

Berita Terkait

Pemimpin Kreatif Kunci Pembangunan Inovatif Pemimpin Kreatif Kunci Pembangunan Inovatif
Tiga Inovasi Pelayanan Publik Jabar Diadopsi 17 Provinsi Tiga Inovasi Pelayanan Publik Jabar Diadopsi 17 Provinsi
Mall Ini Sediakan Ruangan Bagi Pria Lelah Temani Pasangan Belanja Mall Ini Sediakan Ruangan Bagi Pria Lelah Temani Pasangan Belanja

#Bappenas #inovasi pelayanan publik #Inovasi #Pemerintah Daerah

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar