KONI Sultra Evaluasi Cabang Olahraga Unggulan

Atlet dayung Sultra Marjuki (kanan) melewati atlet dayung Jabar Yuda Firmansyah (kiri) pada nomor Canoeing C - 1 1000 M Putra PON XIX di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat, Senin (19/9). Atlet Sultra tersebut berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu empat menit 11,90 detik. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Arah -  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengevaluasi status sejumlah cabang olahraga unggulan sebagai bahan menyusun program pembinaan berkelanjutan. Ketua KONI Sultra Lukman Abunawas di Kendari, Kamis (12/01), mengatakan tolok ukur cabang olahraga unggulan berprestasi atau tidak adalah capaian prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016.

"Jajaran pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga sepakat bahwa kriteria cabang olahraga masuk unggulan jika menyumbangkan medali pada PON," kata Lukman seperti dilansir Kantor Berita Antara.

KONI Sultra memiliki delapan cabang olahraga unggulan, yakni dayung, sepak takraw, pencak silat, karate, tinju, taekwondo, atletik dan kempo. Tetapi, pada PON XIX Jawa Barat hanya cabang olahraga dayung, dan kempo yang menyumbangkan medali. Cabang olahraga Softball yang tidak diunggulkan, bahkan tidak dibiayai KONI justru menyumbangkan medali emas.

Baca Juga:

Achmad Kurniawan Berpulang, PSSI Sampaikan Belasungkawa

Wakili Persib, Atep Turut Berduka Atas Berpulangnya AK

Irfan Bachdim Merapat ke Bali United

"KONI mengajak pengurus cabang olahraga komitmen untuk siap masuk zona degradasi bagi yang gagal menyumbangkan medali di PON XIX dan selamat atas promosi cabang olahraga peraih medali," kata Lukman yang juga Sekprov Sultra.

Pelatih sepak takraw Sultra Heriansyah mengatakan tidak mempermasalahkan evaluasi cabang olahraga unggulan dengan barometer prestasi PON XIX.

"Cabang olahraga sepak takraw tidak menyumbangkan medali namun atlet sudah menunjukkan penampilan terbaik. Pemain-pemain daerah lebih siap karena persiapan yang matang," kata Heriansyah.

Lazimnya program latihan menghadapi suatu kegiatan, seperti PON diperlukan program pertandingan uji coba ke luar daerah untuk mengevaluasi perkembangan latihan.

"Bagaimana mungkin mengetahui kelemahan dan keunggulan kalau tidak pernah melakukan uji tanding. KONI Sultra dengan alasan minim anggaran tiadakan. Ini dapat menjadi bahan evaluasi," kata Heri.

Maka, ia menyarankan KONI Sultra untuk mengevaluasi manajemen pembinaan olahraga.

"Apa pun yang dicapai pada PON XIX adalah cerminan pembinaan olahraga di Sultra secara menyeluruh. Jangan ada asumsi bahwa kalau tidak berhasil, kegagalan pengurus cabang olahraga atau sebaliknya kalau berhasil ada yang tampil sebagai pahlawan," ujarnya.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Download Aplikasi "ARENA Berita Olahraga Terlengkap"
Klik Banner di Bawah Ini

Berita Terkait:Bantu Kinerja Satlak Prima, KONI Pusat Gelar Program Khusus
Ini Sikap Menpora Terkait Kasus Doping PON dan Peparnas Jabar
Cirebon 'Berhias' Sambut Gelaran PON 2016
Api PON akan Menginap 3 Malam di Bekasi
Olahraga Bola Tangan Sudah Layak Jadi Cabor Resmi PON
FOTO: Mereka yang Datang untuk Menang 'Berjaya di Tanah Legenda'
FOTO: PON XIX Kami Datang untuk Menang, Berjaya di Tanah Legenda

Tag : #KONI Pusat #Pekan Olahraga PON 2016 #Olah Raga

Berita Terkait

Bantu Kinerja Satlak Prima, KONI Pusat Gelar Program Khusus Bantu Kinerja Satlak Prima, KONI Pusat Gelar Program Khusus
Ini Sikap Menpora Terkait Kasus Doping PON dan Peparnas Jabar Ini Sikap Menpora Terkait Kasus Doping PON dan Peparnas Jabar
Cirebon 'Berhias' Sambut Gelaran PON 2016 Cirebon 'Berhias' Sambut Gelaran PON 2016

#KONI Pusat #Olah Raga #Pekan Olahraga PON 2016

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar