Skandal Doping PON dan Peparnas, Ini Yang Dilakukan Kemenpora

Surili adalah Maskot PON XIX Tahun 2016 di Jabar. Surili adalah sejenis kera (Presbytis comata) - primata asli Jawa Barat yang saat ini populasinya hanya 4.000 - 6.000 ekor. Keberadaannya hanya dikawasan hutan konservasi Taman Nasional Gede Pangrango. (Image: Istimewa)

Arah -  Dewan Disiplin Antidoping Kemenpora pada PON XIX dan Peparnas XV Jawa Barat menyatakan akan segera menyurati 14 atlet PON XIX-Peparnas XV yang dinyatakan positif doping berdasarkan hasil pemeriksaan di National Dope Testing Laboratory, India.

Ketua Dewan Pengawas, Cahyo Adi, Jumat mengatakan, isi surat tersebut adalah menanyakan kesediaan atlet apakah yang bersangkutan menerima hasil tes atau memilih untuk membuka sampel B, sampel urine cadangan yang memang sengaja disiapkan jika ada atlet yang keberatan dengan keputusan doping.

"Surat akan kami kirimkan Senin (16/1). Jika setuju dan menerima hasil sampel A yang menyatakan mereka doping, maka akan diteruskan ke pelaksanaan sidang," tutur Cahyo di Gedung PP Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional (PP-ITKON) Kemenpora, Jakarta.

Dia melanjutkan, kalau seandainya atlet mau memastikan sampel B, Dewan mempersilakan atlet membuka segel sampel tersebut di India dan memberikan tenggat waktu sampai sekitar tiga minggu. Namun, semua biaya uji sampel B itu harus ditanggung secara pribadi oleh atlet.

Baca Juga:

Jelang IBL 2017, Tim Asal Bandung Ini Gelar Turnamen Segi Empat

Ini Dia Daftar Pemain Asing di IBL 2017

14 Atlet PON XIX dan Peparnas XV Positif Doping

Pemain Ini Ucapkan 'Alhamdullillah' Usai Raih FIFA Puskas Award

Irfan Bachdim Merapat ke Bali United


"Total biayanya sekitar 330 dolar AS. Kalau sampel B masih positif doping, artinya dia tetap diproses. Akan tetapi jika negatif, tindakan pendisiplinan dihentikan," tutur Cahyo.

Pelaksanaan sidang sendiri ditargetkan berjalan dalam tiga minggu ke depan atau di bulan Februari. Di sana atlet akan ditanyai alasannya menggunakan zat-zat terlarang, apakah sengaja, tidak tahu, atau ada paksaan dari pihak-pihak tertentu. Lamanya sidang diperkirakan tiga bulan dan semua biaya terkait sidang termasuk transportasi dan akomodasi ditanggung pemerintah. Seandainya atlet tidak menerima vonis, bisa menaikkan kasusnya ke Dewan Banding yang akan dibentuk kemudian oleh Kemenpora.

"Kalau masih tidak puas juga, setelah banding atlet bisa menyerahkan kasusnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) internasional di Lausanne, Swiss. Ini juga harus dengan biaya pribadi atlet, sedikitnya harus keluar 5.000 dolar AS," kata Cahyo.

Adapun Dewan Disiplin Anti Doping pada penyelenggataan PON XIX dan Peparnas XV Jawa Barat dibentuk oleh Kemenpora berdasarkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 5 tahun 2017 yang ditetapkan Menpora Imam Nahrawi pada 12 Januari 2017.

Ketua Dewan Disiplin ini adalah Cahyo Adi yang pernah menjadi anggota Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI). Dia dibantu oleh dua anggota yaitu dokter Haryono, spesialis penyakit dalam yang bekerja di Kemenpora dan Rizky Mediantoro, mantan atlet bowling nasional. Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S. Dewa Broto berperan sebagai pengarah dan sebagai panitera Yuni Kusmiati.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Download Aplikasi "ARENA Berita Olahraga Terlengkap"
Klik Banner di Bawah Ini

Berita Terkait:Ini Sikap Menpora Terkait Kasus Doping PON dan Peparnas Jabar
Tersangkut Kasus Doping, Dua Atlet Jateng Siapkan Pembelaan
Imam Nahrawi: Gloria Saya Minta Jadi Duta Kemenpora
Jose Mourinho dan Guus Hiddink Jadi Calon Pelatih Timnas
Wartawan Diancam, Gatot: Jangan Takut Mas, Insya Allah ...
FOTO: Mereka yang Datang untuk Menang 'Berjaya di Tanah Legenda'
FOTO: PON XIX Kami Datang untuk Menang, Berjaya di Tanah Legenda
FOTO: Sukacita Sambut Peraih Medali Olimpiade

Tags : #Badan Anti Doping Dunia (WADA) #Menpora Imam Nahrawi #Skandal Doping #Kasus Doping #kemenpora #Pekan Olahraga PON 2016

Berita Terkait

Ini Sikap Menpora Terkait Kasus Doping PON dan Peparnas Jabar Ini Sikap Menpora Terkait Kasus Doping PON dan Peparnas Jabar
Tersangkut Kasus Doping, Dua Atlet Jateng Siapkan Pembelaan Tersangkut Kasus Doping, Dua Atlet Jateng Siapkan Pembelaan
Imam Nahrawi: Gloria Saya Minta Jadi Duta Kemenpora Imam Nahrawi: Gloria Saya Minta Jadi Duta Kemenpora

#Pekan Olahraga PON 2016 #Kasus Doping #Skandal Doping #Badan Anti Doping Dunia (WADA) #kemenpora #Menpora Imam Nahrawi

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar