Ternyata Ini Alasan Warga Pasar Ikan Tetap Tinggal di Perahu

Warga melakukan aktivitas di atas perahu miliknya pasca pengusuran pemukiman dan kios di kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta, (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Arah - Sejumlah warga Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara yang rumahnya digusur oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Senin (11/4/2016) lalu, kini masih tinggal tinggal di perahu milik mereka.

Mereka beralasan tidak mau dipindahkan ke Rumah Susun (Rusun) Marunda atau Rawa Bebek karena jaraknya terlalu jauh.

"Karena kalau dipindahkan  ke rusun Marunda atau Rawa Bebek terlalu jauh,” ujar Aam, warga kampung Akuarium, Pasar Ikan yang memilih untuk tinggal di perahu.

Aam menambahkan pekerjaan sehari-hari dirinya adalah seorang nelayan. Yang mana jika dirinya menempati rusun tersebut akan kesulitan mencari penghasilan.

“Saya maunya dipindahkan di rusun yang jaraknya dekat dengan muara. Jadi pekerjaan saya yang sehari-hari sebagai nelayan bisa saya lanjutkan,” tambah Aam menjelaskan.

Selain jarak, keluhan lain yang diutarakan mereka adalah tidak adanya ganti rugi bangunan dari pihak Pemprov DKI.

“Saya hanya mau dikasih ganti rugi yang sesuai, setidaknya buat ongkos pindah," katanya.

Pantauan arah.com di lokasi, sejumlah perahu nampak penuh dengan perabotan rumah tangga, akibat dari penggusuran kemarin. Terlihat tiga hingga lima keluarga melakukan aktivitas sehari-hari di atas perahu sejak sein kemarin. (Ridho Fauzan)

Berita Terkait

Dituding Ogah Berdialog dengan Warga, Ahok Geram Dituding Ogah Berdialog dengan Warga, Ahok Geram
Ahok: 'Manusia Perahu' di Pasar Ikan, Biarin Aja! Ahok: 'Manusia Perahu' di Pasar Ikan, Biarin Aja!
Ahok: Master Plan Pasar Ikan Sudah Ada Sejak 2014 Ahok: Master Plan Pasar Ikan Sudah Ada Sejak 2014

#Penggusuran Pasar Ikan #manusia perahu #Kampung Luar Batang #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar