Ngetwitt Lagi, SBY Serang Penyebar 'Hoax' yang Kian Merajalela

Dok. Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penjelasan terkait hilangnya berkas pembunuhan aktivis Munir di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10). SBY melalui mantan Mensesneg Sudi Silalahi mengakui naskah asli Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir hilang, dan pihaknya hingga kini masih mencarinya. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/ama/16

Arah - Lama tak berkicau, mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya kembali mencuitkan  di akun twitter miliknya, @SBYudhoyono, Jumat (20/1).

Pantauan Arah.com, SBY membicarakan perihal berita 'hoax' yang dianggapnya sedikit demi sedikit telah menggerogoti bangsa Indonesia. SBY melanjutkan, penyebar fitnah juga terlihat bebas menyebar kebencian.

"Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa dan merajalela," tulis SBY.

Suami dari Any Yudhoyono itu juga menilai, jika pemberitaan 'hoax' terus dibiarkan dan tidak diantisipasi maka akan membuat perpecahan di negara ini. "Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah tengah gencar menanggulangi pemberitaan 'hoax'. Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menindak tegas penyebar berita hoax melalui undang-undang yang berlaku di Indonesia. Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Samuel Abrijani Pengerapan mengatakan, pelaku penyebar berita hoax bakal diproses hukum sesuai dengan kategorinya.

Baca Juga:

Wajib Baca! Ini Saran Indro Warkop Jika Mendapati Berita 'Hoax'

Facebook Rilis Fitur Anti-Hoax, Begini Cara Kerjanya

Gara-gara Berita Hoax, Ian Antono Kehilangan Sahabat

Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan berita hoax memiliki siklus perputaran informasi yang disebut lingkaran setan berita hoax.

"Sumber berita hoax ini biasanya menyebar dari media sosial dulu. Ketika sudah menyebar di media sosial kemudian akan dimuat segera di media online," ujar Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo di Hall Dewan Pers, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, (12/1).

Setelah menyebar di media sosial dan dimuat oleh media online sebagai berita, kemudian sumber berita hoax biasanya turut diangkat oleh media cetak. "Bukan tidak mungkin ketika beredar di media sosial ada beberapa media cetak yang memuat dan juga menggunakan sumber media online untuk memuat. Kenapa? karena media online tugasnya memverifikasi berita itu," tutur Yosep.

Ingin update berita politik terbaru setiap harinya? Tetap di arah.com

Berita Terkait:Tolak Anarkisme, #RizieqEnd Dipenuhi Luapan Emosi Netizen
7 Cara Jitu Promosikan Barang di Sosmed
Rizieq Dilabeli Status Tersangka, Polri: Tinggal Nunggu Waktu!
FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan
Polri Tingkatkan Pantauan Propanganda Radikalisme Lewat Sosmed
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah

#Twitter #Jakarta #Sosial Media #Susilo Bambang Yudhoyono #Berita Hoax

Berita Terkait

SBY Ngetwitt Soal Berita Hoax, Ini Tanggapan Timses Agus-Sylvi SBY Ngetwitt Soal Berita Hoax, Ini Tanggapan Timses Agus-Sylvi
Fadli Zon Bicarakan Pemimpin Karbitan, Sindiran untuk Jokowi? Fadli Zon Bicarakan Pemimpin Karbitan, Sindiran untuk Jokowi?
Cegah Konten Negatif, Twitter Perbarui Fitur Keamanan Cegah Konten Negatif, Twitter Perbarui Fitur Keamanan

#Jakarta #Berita Hoax #Susilo Bambang Yudhoyono #Twitter #Sosial Media #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar