Donald Trump Suarakan Islam Radikal, Indonesia Tak Perlu Tersudut

Seorang pejalan kaki berjalan melewati toko "Tentara Rusia" berlokasi di seberang kedutaan Amerika Serikat (AS) dengan gambar Presiden terpilih AS Donald Trump pada papan reklame, di Moskow, Rusia, Jumat (20/1). Papan reklame tersebut menyatakan "Tentara Rusia. extra diskon 10 persen bertepatan dengan dilantiknya Presiden AS Donald Trump. Untuk pegawai kedutaan dan warga AS. 20 Januari 2017". ANTARA FOTO/REUTERS/Sergei Karpukhin/djo/17

Arah - Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah mengimbau agar masyarakat Indonesia jangan merasa tersudut dengan komentar dan penilaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai Islam.

"Pada pidato sambutannya jelas sekali dia fokus pada Islam radikal, padahal dalam kajian sosiologi radikalisme itu ada di semua agama. Tapi kenapa yang dia sebut hanya Islam," tutur Reza memaparkan, Sabtu (21/1) seperti dikutip Antara.

Justru dengan pandangan Trump yang dinilai sangat sempit itu, Reza menyarankan baik warga dan pemerintah Indonesia menjadikan penilaian tersebut untuk menyerang balik melalui jalur diplomatis.

"Kita bisa mengenalkan dunia, bahwa Islam khususnya di Indonesia, jauh berbeda dengan seperti apa yang diberitakan media dunia. Tidak buruk seperti yang digambarkan Gedung Putih," kata Reza menegaskan.

Baca Juga:Doakan Trump, Imam Besar Ini Pancing Kemarahan Umat Muslim
Pidato Trump Mirip Dengan Ucapan Tokoh Penjahat Musuh Batman
Mencengangkan! Foto ini Jelaskan Beda Inagurasi Obama dan Trump

Lebih lanjut dia menjelaskan, cara pengenalan yang dimaksud bisa dilakukan dengan cara menjalin pemahaman dengan sesama negara berkembang, ajak mereka untuk mengenal Islam secara luas.

"Jika sudah ada pemahaman yang baik di kalangan negara-negara berkembang, Amerika pasti akan melihat ini dan justru akan tertekan kalau masih bertahan dengan pandangan lamanya itu," tutur Reza menambahkan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menjabat pada 20 Januari menggantikan Barack Obama setelah menjabat selama delapan tahun sejak 2009. Trump, yang berlatar belakang seorang pengusaha, mengeluarkan sejumlah pernyataan yang kontroversial baik di bidang ekonomi, keamanan, hingga sosial pada masa kampanyenya.

Keinginannya untuk mengusir imigran asing, penarikan pasukan dan bayaran dari negara-negara sekutu, kampanye anti-Islam, hingga melepas keanggotaannya dari kesepakatan Trans-Pacific Partnership (TPP) dikhawatirkan banyak kalangan akan menghadirkan gejolak baru di dunia.

Tetap pantau berita terkini dan terbaruhanya di arah.com

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait:Ini Cuitan Pertama Obama Usai Pensiun
Donald Trump Resmi Dilantik Menjadi Presiden Ke-45 Amerika
Gejolak Kebijakan Trump Khawatirkan Pemerintah RI
Mencengangkan! Foto ini Jelaskan Beda Inagurasi Obama dan Trump
Pidato Trump Mirip Dengan Ucapan Tokoh Penjahat Musuh Batman
Hillary 'Kandas', Pendukung: Rasanya seperti 'Kamar Mayat'
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah
Tak Punya Hak Pilih, Pelajar Negara ini Ikut Demo Anti-Trump

#Jakarta #Donald Trump #Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Berita Terkait

Menggemaskan, Ini Polah Cucu Donald Trump Pertama Kali Merangkak Menggemaskan, Ini Polah Cucu Donald Trump Pertama Kali Merangkak
Pelantikan Trump dan Obama Dibandingkan, Gedung Putih Meradang Pelantikan Trump dan Obama Dibandingkan, Gedung Putih Meradang
Lawatan Luar Negeri Perdana,Trump akan Kunjungi Negara-negara Ini Lawatan Luar Negeri Perdana,Trump akan Kunjungi Negara-negara Ini

#Jakarta #Presiden Amerika Serikat Donald Trump #Donald Trump #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar