Redam Konflik, Angkutan Online di Kota Ini akan Ditertibkan

Pengemudi Taksi Online Demo/arah.com/Dani Hermansyah

Arah -  Kepala Bidang Pengawasan Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Bisma Wisuda mengatakan, untuk meredam konflik angkutan umum pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Polres Bogor untuk menertibkan titik kumpul angkutan online.

"Paling kita mendatangi titik kumpulnya dulu di mana, lalu merazia SIM dan surat kendaraan sebelum mereka narik penumpang, sebatas itu karena kalau melarang juga pasti banyak yang protes," kata dia di Kantor Dishub Bogor, di Cibinong Senin.

Bisma menuturkan, peraturan izin operasi ojek atau taksi online yang masih dalam proses di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia membuat pihaknya belum bisa bersikap untuk melarang atau mengizinkan secara legal.

Hal ini merupakan respon Dishub dari aksi demo pengemudi angkutan kota (Angkot) 08 trayek Pasar Anyar-Citeurep yang memberhentikan paksa angkutan online gojek di depan kantor Dishub Bogor dan melakukan mogok beroperasi sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurutnya, Dishub hanya bisa menampung aspirasi dengan menyarankan pihak organisasi angkutan darat (organda) yang mewadahi angkot tersebut untuk membuat surat keberatan resmi yang ditujukan kepada Dishub dan Kepolisiab Resor (Polres) Bogor.

Mengutip antara, setelah surat resmi diterima, kata Bisma, maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penertiban dan pengamanan titik kumpul angkutan online itu.

Baca Juga:KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak...
Penyidik akan Tanya Detail Ceramah Rizieq Soal Logo Palu Arit

Karena dalam UU No 22 tahun 2009 tindakan para pengemudi tidak bisa dibenarkan untuk memberhentikan paksa dan meminta penumpang turun begitu saja melainkan harus berkomunikasi dan didampingi dinas terkait.

Dia juga menjelaskan, kronologi terjadinya pemberhentian paksa ojek online yang kebetulan adalah gojek itu spontan terjadi pada pukul 11.00 WIb saat ojek tersebut melintas di depan kantor Dishub oleh sejumlah sopir angkot 08 yang sedang dilokasi.

Hal itu dipicu karena para sopir angkot 08 merasa pendapatannya menurun semenjak ada jasa ojek dan taksi online pada dua tahun ini yang mudah dalam pemesanan melalui aplikasi telepon genggam.

Lalu, beberapa orang sopir angkot lainnya juga sempat meminta penumpang angkutan umum lain turun dan melakukan aksi mogok bersama.

Sehingga saat itu juga, lanjut Dia menjelaskan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Cibinong untuk melerai dengan mengadakan pertemuan dengan perwakilan organda dan membubarkan massa.

Tetap pantau berita politikhanya di arah.com

Berita Terkait:Inginkan Transportasi Modern, Jokowi Adakan Ratas di Istana
Besok, Kemenhub akan Uji KIR Taksi 'Online' di Monas
Taksi Tanpa Pengemudi akan Segera Beroperasi
Demo Anarkis, Polda Metro akan Gelar Perkara
Ribuan 'Driver' Taksi Bentrok dengan Gojek
Aksi Anarki Demo Sopir Angkutan
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah
Menggantung Nasib di Istana Negara
KADIN Dorong Gojek Rangkul Lebih Banyak UMKM

#Jakarta #transportasi umum #GoJek #Transportasi online #transportasi publik

Berita Terkait

Kemenhub Atur Tarif Taksi Online di Jam Sibuk Kemenhub Atur Tarif Taksi Online di Jam Sibuk
Demo Tolak Transportasi Online, Spanduk Gojek Dibakar Demo Tolak Transportasi Online, Spanduk Gojek Dibakar
Angkot Mogok Bandung, Penumpang Terlantar Angkot Mogok Bandung, Penumpang Terlantar

#Jakarta #transportasi publik #Transportasi online #transportasi umum #GoJek

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar