Soal Senpi Ilegal, Polri Benarkan Pasukan RI Tertahan di Sudan

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Rabu (4/1/2017). (Foto: Arah.com/Wildan Zulfiansyah)

Arah - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Polisi Martinus Sitompul menyatakan sejumlah senjata yang diduga diselundupkan ke Bandara Al-Fashir, Sudan, bukan milik polisi pasukan perdamaian Indonesia, Formed Police Unit VIII.

"Menurut Komandan Satgas Formed Police Unit (FPU) VIII itu (senjata) bukan milik mereka," kata Martinus.

Ia menjelaskan, jika kronologisnya bermula saat pasukan FPU VIII yang telah habis masa tugasnya di Darfur bersiap untuk pulang ke Indonesia. Pasukan tersebut akan digantikan oleh FPU IX.

"Hari itu mereka berkemas-kemas untuk meninggalkan Garuda Camp," katanya.

Di camp, barang-barang milik FPU VIII dicek oleh otoritas UNAMID. Selanjutnya, barang-barang mereka dimasukkan ke dalam dua buah kontainer. Sebanyak 40 orang anggota FPU menjaga kontainer tersebut hingga tiba di Bandara Al-Fashir. "Empat puluh orang ini membantu menurunkan barang. Masuklah ke ruang X Ray pemeriksaan. Lolos semua," ujarnya.

Tak jauh dari lokasi penyimpanan barang-barang tersebut, ada koper lain yang oleh polisi Sudan dicurigai merupakan barang milik pasukan Indonesia. "Polisi Sudan bertanya ini punya Indonesia bukan? Dijawab bukan. Ditanya lagi, dijawab bukan. Ya, memang kopernya berbeda, tidak ada label pasukan Indonesia," katanya.

Koper tersebut dimasukkan ke pemeriksaan X-Ray dan terungkap bahwa koper tersebut berisi senjata dan akhirnya muncul tuduhan bahwa pasukan FPU VIII hendak menyelundupkan senjata.

Baca Juga:TNI di Sudan Disebut Selundupkan Senjata, ini Penjelasan Mabes
Rizieq: Sudah Ada yang Laporkan Megawati Terkait Penistaan Agama
Redam Konflik, Angkutan Online di Kota Ini akan Ditertibkan


Atas terjadinya kasus tersebut, seluruh anggota pasukan FPU VIII yang berjumlah 139 orang tertahan kepulangannya.

"Mereka bukan ditangkap, melainkan tertahan untuk kepulangan mereka. Bukan ditangkap, ya, mereka tinggal di transit camp di sana karena tempat mereka di Garuda Camp sudah diisi (pasukan) FPU IX," katanya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa pemerintah di Darfur Utara menyebutkan pasukan polisi Indonesia yang tergabung dalam misi menjaga perdamaian di Darfur (UNAMID) ditangkap pada hari Jumat (20/1) waktu setempat di Bandara Al Fashir, Sudan, karena diduga mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi yang disamarkan seperti mineral berharga.

Informasi dari Pusat Media Sudan (Sudanese Media Centre) menyebutkan berbagai senjata dan amunisi yang diselundupkan meliputi 29 senapan Kalashnikov, empat senapan, enam senapan GM3, dan 61 berbagai jenis pistol, serta berbagai jenis amunisi dalam jumlah besar.

Tetap update berita politik, nasional, kriminal, nasional dan internationalhanya di arah.com

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait:Rekonstruksi Perampokan Pulomas, Polisi Gelar 75 Adegan
Rizieq Dilabeli Status Tersangka, Polri: Tinggal Nunggu Waktu!
Diduga Terlibat Penyelundupan Senpi Ilegal, Ini Penjelasan TNI
TNI di Sudan Disebut Selundupkan Senjata, ini Penjelasan Mabes
Usut Korupsi Dana Bansos Pemprov DKI, Bareskrim Gandeng BPK
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah
FOTO: Gerak Jokowi Usai Aksi 4/11
FOTO: Asa Pengungsi Menggugat Dunia

#Jakarta #Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) #Senjata api #Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) #Tentara Nasional Indonesia (TNI) #Sudan

Berita Terkait

Dituding Selundupkan Senjata Api, DPR: Itu Sabotase Dituding Selundupkan Senjata Api, DPR: Itu Sabotase
TNI di Sudan Disebut Selundupkan Senjata, ini Penjelasan Mabes TNI di Sudan Disebut Selundupkan Senjata, ini Penjelasan Mabes
Usut Korupsi Dana Bansos Pemprov DKI, Bareskrim Gandeng BPK Usut Korupsi Dana Bansos Pemprov DKI, Bareskrim Gandeng BPK

#Jakarta #Tentara Nasional Indonesia (TNI) #Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) #Sudan #Senjata api #Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar