Jenderal Tito Bicara Intoleransi Keagamaan di Rapim POLRI

Tito Karnavian. (Foto; Arah.com/ Hariyanto)

Arah -  Kapolri Jenderal Tito Karnavian membuka pelaksanaan Rapat Pimpinan Polri Tahun 2017 di Auditorium STIK, Jakarta, Rabu pagi.

"Ini rapim pertama pada 2017. Pada rapim ini akan dilakukan evaluasi hasil yang sudah dicapai selama 2016. Selanjutnya kita berusaha menyamakan langkah dan visi menghadapi tantangan 2017," kata Jenderal Tito dalam pidatonya.

Pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 yang akan berlangsung dua pekan mendatang menjadi sorotan dalam sambutan Kapolri.

"Kita sudah lihat polarisasi di masyarakat yang dapat menimbulkan ekses. Kalau tidak ditangani dengan baik, tentu akan berdampak," katanya lagi.

Selain membahas pengamanan pilkada itu, rapim juga akan membahas tantangan stabilitas keamanan usai pilkada termasuk menangani masalah yang muncul akibat pro dan kontra atas hasil pilkada.

Baca Juga: Pasangan Suami-Istri Usia Senja Meninggal di Hari yang Sama
Peneliti India Buktikan Ada Kandungan Emas di Urin Sapi

Selain itu, rapim juga membahas penanganan intoleransi keagamaan.

"Pada 2016, terjadi peristiwa 411 dan 212. Walaupun dapat ditangani dengan baik, tapi peristiwa tersebut memperlihatkan indikator yang harus diwaspadai bersama dimana massa yang sangat besar menaikkan pengaruh kelompok transnasional yang menggerus toleransi dan kebhinnekaan di Indonesia," kata Kapolri dikutip antara.

Rapim juga membahas tiga fokus Polri dalam membina budaya yang baik di lingkungan Polri, yakni menekan budaya korupsi, menekan arogansi kewenangan dan kekuasaan, serta menekan tindak kekerasan yang dilakukan anggota Polri.

Rapim yang akan diselenggarakan selama tiga hari 25-27 Januari tersebut, juga akan membahas penanganan konflik horizontal, terorisme, kasus narkoba, kejahatan transnasional, kejahatan terorganisir, kasus siber, kasus perdagangan manusia, dan kasus penyelundupan manusia.

Kapolri juga menyoroti tentang dampak pemilu di Amerika Serikat usai terpilih Donald Trump sebagai Presiden AS. Menurutnya, kebijakan-kebijakan Trump akan berimplikasi pada perubahan peta politik di dunia, termasuk juga di Indonesia.

Pada hari terakhir, rapim akan membahas kesiapan Polri dalam mengamankan Pilkada Serentak 2017/2018.

Pantau terus berita politik terkini, hanya di arah.com

Terkait:Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq?
Kapolri Nilai Sikap Radikal Bisa Positif, Jika...
Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri
Gelar Rapim Polri, Kapolri Soroti Intoleransi dan Terorisme
Tiru Kalsel, Sandiaga Janjikan Pasar Terapung di Kepulauan Seribu
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah

#Jakarta #Mabes Polri #Kapolri Tito Karnavian

Berita Terkait

Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq? Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq?
Pelantikan Polri, Boy Rafli Resmi Jabat Kapolda Papua Pelantikan Polri, Boy Rafli Resmi Jabat Kapolda Papua
Kapolri Nilai Sikap Radikal Bisa Positif, Jika... Kapolri Nilai Sikap Radikal Bisa Positif, Jika...

#Jakarta #Kapolri Tito Karnavian #Mabes Polri

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar