Agus: Tudingan Ahok ke SBY Adalah Fitnah yang Sangat Keji

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) menyampaikan pidato politik di Jakarta, Minggu (30/10). Dalam pidato politiknya, Agus Yudhoyono menyampaikan visi misi dan 10 program kerja yang ia tawarkan apabila terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta 2017. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/16

Arah -  Calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono menampik dugaan menyampaikan pesan khusus dari Ketum Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin saat berkunjung ke PBNU pada 7 Oktober 2016.

Usai menggelar pertemuan di Jakarta, Rabu, Agus mengatakan saat melakukan silaturahim hanya menyampaikan salam hormat dari SBY sebagai bagian sopan santun.

"Tidak ada pesan lain selain itu yang saya sampaikan ke Pak Ma'ruf Amin dan jajaran pengurus PBNU. Saya hanya sampaikan salam, pesan, salam hormat," ujar putra sulung SBY itu.

Ia menuturkan tidak ada pesan terkait dugaan penistaan agama sama sekali, kunjungannya hanya untuk bersilaturahim dan mendapat nasehat serta masukan berkaitan dengan kemajuan warga Jakarta dan penjagaan pluralisme.

"Itu adalah fitnah keji dan itu fitnah untuk menghancurkan persatuan di antara kita semua. Jadi hati-hati," kata cagub yang diusung empat partai itu.

Terkait sambungan telepon antara Ma'ruf Amin dan SBY, ia mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia pun mempertanyakan maksud tudingan tersebut.

Ia menyayangkan jika politik justru tidak mendidik warga dan menjadi semakin keruh, tetapi ia percaya masyarakat cerdas dan dapat menilai.

"Saya meyakini masyarakat yang menyaksikan situasi politik terakhir ini, masyarakat semakin baik dan cerdas gunakan akal sehat apa yang jadi isu," ujar suami model Annisa Pohan itu.

Baca Juga: Aa Gym: Demi Allah, Saya Tak Rela KH Ma'ruf Amin Direndahkan!
Ini Dia Jurnalis Wanita Pertama yang Berani Mati di Gaza

Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencurigai ada kedekatan antara Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kuasa hukum Ahok, Humprey Djemat menyinggung soal Ma'ruf yang pernah melakukan pertemuan dengan Calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di kantor PBNU di Jakarta Pusat pada Jumat, 7 Oktober 2016, dalam sidang lanjutan Ahok atas dugaan penistaan agama, Selasa (31/1).

Terkait:Ini Harapan ‘AHY’ Terkait Sidang Perdana Ahok
Pengamat: Pernyataan Kuasa Hukum Ahok Itu Serangan untuk 'SBY'
Ditanya Bukti SBY Telepon Ketua MUI, Ini Jawaban Pengacara Ahok
Aa Gym: Demi Allah, Saya Tak Rela KH Ma'ruf Amin Direndahkan!
Ma'ruf Amin: Hanya Teguran Tak Cukup untuk Ahok
FOTO: Cerita di Balik Abyab Binsari, Gua Jepang di Pulau Biak
Deretan Tersangka Penyuap Patrialis Akbar
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah
Norak? Tak Peduli, yang Penting Selfie Bareng Ahok
Australia Berencana Bantu Sistem Transjakarta

#Agus Harimurti Yudhoyono #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Jakarta #calon gubernur DKI #Susilo Bambang Yudhoyono #Penistaan Agama #telepon #Ketua MUI Ma'ruf Amin

Berita Terkait

Ini Harapan ‘AHY’  Terkait Sidang Perdana Ahok Ini Harapan ‘AHY’ Terkait Sidang Perdana Ahok
Ditanya Bukti SBY Telepon Ketua MUI, Ini Jawaban Pengacara  Ahok Ditanya Bukti SBY Telepon Ketua MUI, Ini Jawaban Pengacara Ahok
Pengamat: Pernyataan Kuasa Hukum Ahok Itu Serangan untuk 'SBY' Pengamat: Pernyataan Kuasa Hukum Ahok Itu Serangan untuk 'SBY'

#Jakarta #Agus Harimurti Yudhoyono #calon gubernur DKI #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Susilo Bambang Yudhoyono #Ketua MUI Ma'ruf Amin #telepon #Penistaan Agama

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar