Pengen Naik Haji? Intip Tips Ini Yuk...

Ilustrasi jamaah haji (Antara/Destyan Sujarwoko)

Arah -  Masih bingung mau pakai cara apa untuk nabung haji. Berikut arah.com kasih beberapa informasi tentang tabungan untuk haji dari beberapa sumber.

Tabungan Haji Syariah

Layanan tabungan ini bisa anda temukan di Bank-bank Syariah tentunya. Hampir sama dengan Tabungan Berjangka Syariah, tabungan haji syariah adalah jenis produk simpanan berdasarkan akad wadiah dan mudharabah muthlaqah yang sesuai dengan prinsip syariah.

Nasabah bisa menyetorkan sejumlah dana dengan jumlah tetap dalam jangka waktu tertentu hingga target dana tercapai. Dana yang terkumpul akan digunakan sebagai pembiayaan pelaksanaan ibadah haji nasabah.

Tabungan Haji Syariah berbeda dengan Tabungan Syariah. Maka jika nasabah ingin membuka rekening untuk Tabungan Haji Syariah berapapun uang yang dimiliki segera mungkin untuk ditabung ke rekening haji agar cepat naik haji.

Tentunya setiap Bank Syariah memiliki pelayanan Tabungan Haji Syariah yang beda-beda. Namun umumnya Tabungan Haji Syariah membanntu nasabah dalam merencanakan ibadah haji dan umrah.

Rencana nasabah untuk mendapatkan porsi keberangkatan haji karena Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) yang berada dalam satu provinsi dengan domisili nasabah. Jangan khawatir, nasabah juga akan mendapatkan asuransi jiwa.

Pegadaian Syariah-Arrum Haji

Pedagaian Syariah mulai mengembangkan layanan Arrum Haji. Layanan ini tentu melibatkan transaksi logam mulia. Begini caranya, nasabah yang memiliki memiliki logam mulia emas 15 gram atau sekitar Rp 7 juta (atau tergantung kurs emas pada saat tanggal terkait), maka yang bersangkutan dapat menggadaikan di Pegadaian, untuk mendapatkan pinjaman senilai 25 juta.

Nantinya uang tersebut digunakan untuk mendaftar haji dan langsung mendapat kursi. Setelah itu calon haji menebus barang gadai (emas) tersebut dengan cara diangsur.

[baca_juga]


Dengan modal emas seharga Rp 7 juta saja nasabah bisa menggadaikannya untuk mendapatkan pinjaman Rp 25 juta. Pinjaman itu kemudian dibayar dengan cara diangsur.

Ada beberapa periode angsuran, yang disepakati dengan sebuah akad. Dengan membuat akad itu nasabah dipersilakan memilih di antara tiga jangka waktu pembayaran angsuran yaitu selama 12, 24 atau 36 bulan.

Besarannya berkisar bulan Rp 2.336.200 untuk 12 bulan, Rp 1.294.500 untuk 24 bulan dan Rp 947.300 untuk 36 bulan.

Besaran ini tentunya disesuaikan dengan harga emas saat itu.

Usai menggadaikan emas, nasabah bersama Pegadaian menuju ke bank untuk membuka rekening sebagai sarana menyimpan uang pendaftaran dan menuju ke Departemen Agama untuk mendapatkan porsi haji.

Surat keterangan porsi haji inilah nantinya yang disimpan Pegadaian sebagai jaminan bagi pinjaman uang pendaftaran haji tersebut. Selanjutnya, nasabah tinggal mempersiapkan pembiayaan perjalanan haji selengkapnya (diluar biaya pendaftaran) setelah angsuran baiaya pendaftaran haji lunas.

Video Tranding Pilingan Redaksi:

Berita Terkait

Pemerintah Manfaatkan Dana Haji untuk Tiga Hal Ini Pemerintah Manfaatkan Dana Haji untuk Tiga Hal Ini
Survei Poltracking: Ahok Tetap Sandang Predikat Cagub Ter... Survei Poltracking: Ahok Tetap Sandang Predikat Cagub Ter...
Perang Berlanjut, Sukmawati Ogah Tanggapi Ajakan Mediasi Rizieq Perang Berlanjut, Sukmawati Ogah Tanggapi Ajakan Mediasi Rizieq

#Jakarta #Calon Jamaah Haji #Kuota Haji #Bank Tabungan Negara #Koin Emas #Kantor Wilayah IX Pegadaian Jakarta 2

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar