Ditanya Soal Al Maidah, Saksi Nelayan: Engga Merhatiin Pak

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali disidangkan sebagai terdakwa kasus penistaan agama. Sidang yang digelar Pengadilan Jakarta Utara ini dilaksanakan di auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1) (Foto: Antara/ Isra Triansyah)

Arah -  Pada sidang kesembilan kasus dugaan penistaan agama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi pertama yakni nelayan asal pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jaenudin.

Jaenudin mengaku dirinya tidak mendengar perkataan gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenai surat Al-Maidah Ayat 51.

"Enggak perhatiin pak," ujar Jaenudin kepada ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017).

Ia juga tidak mengetahui berapa lama Ahok berpidato saat itu.

"Enggak tahu pak," jawabnya lagi.

Jaenudin bahkan tidak mengetahui apakah Ahok menyebut kata-kata tentang Al-Maidah. Bahkan saksi juga tidak mengetahui surat Al-Maidah merupakan salah satu surat dari Alquran.

Kepada majelis hakim, Jaenudin mengaku hanya tahu tentang program budidaya ikan kerapu, sembako dan pasar murah yang disampaikan Ahok dalam pidatonya.

"Saya tahunya yang 80-20, kalau mau budidaya dapat bagi-bagi seperti itu," sebutnya.

Jaenudin hanya mengetahui secara persis sambutan Ahok yang mengatakan untuk tidak memilih dirinya jika ada calon pemimpin yang lebih baik.

"Saya dengar persis 'kalau ada yang lebih bagus dari saya jangan pilih saya'. Sisanya enggak tahu," ungkapnya.

Hari ini dijadwalkan ada tiga orang yang diperiksa dalam sidang hari ini. Dua dari tiga orang tersebut merupakan dua nelayan Kepulauan Seribu, yakni, Jaenudin alias Panel, dan Sahbudin alias Deni.

[baca_juga]

Jaenudin dan Sahbudin sebenarnya sudah dijadwalkan hadir dalam sidang kedepalan pada Selasa, 31 Januari 2017 lalu. Namun, keduanya tidak hadir pada persidangan lalu, sehingga dijadwalkan ulang hadir pada sidang kesembilan hari ini.

Selain dua orang tersebut, satu orang saksi yang dihadirkan JPU lainnya adalah, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga menjabat sebagai dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, yakni, Hamdan Rasyid. Ada pula saksi tambahan yakni ahli laboratorium kriminalistik atas nama Prof Nuh. (Helmi Shemi).

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Ma'ruf Amin: Hanya Teguran Tak Cukup untuk Ahok Ma'ruf Amin: Hanya Teguran Tak Cukup untuk Ahok
Terkuak!!! Ternyata Tak Ada Editing di Video  Pidato Ahok Terkuak!!! Ternyata Tak Ada Editing di Video Pidato Ahok
Wow, Ini Penampakan Duri Pemisah Antara Massa Pro dan Kontra Ahok Wow, Ini Penampakan Duri Pemisah Antara Massa Pro dan Kontra Ahok

#Jakarta #saksi sidang ahok #Sidang Perdana Ahok #Penistaan Agama #Basuki Tjahaja Purnama

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar