Ada 9 Golongan Orang yang Salat, Termasuk yang Mana Kita?

Ilustrasi salat berjamaah. (Antara Foto/ Irsan Mulyadi)

Arah - Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

Sebagai seorang Muslim, salat merupakan ibadah yang paling utama. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa salat adalah tiang agama. Sebagaimana tiang dalam sebuah bangunan, salat menjadikan bangunan agama dan beragama dalam Islam membuatnya akan semakin kokoh.

Namun, pernahkan kita sadari seperti apa kualitas salat yang kita lakukan?

Selain itu, salat juga sebagai pembangun karakter untuk memperbaiki diri. Untuk itu ada beberapa kriteria manusia dalam melaksanakan salat, termasuk yang manakah kita?

Golongan Pertama

Mungkin kita bisa melihat hari ini banyak umat Islam yang tidak melaksanakan salat, bahkan banyak juga yang tidak tahu apa itu salat. Mereka yang seperti itu dihukumi kafir kafir menurut beberapa ulama. Imam Malik mengatakan bahwa telah kafir kalau tidak jika tidak salat tanpa tanpa adanya sebab. Sementara Imam Syafie meskipun mereka tidak salat namun masuih mengakui salat itu sebagai ibadah fardu, mereka bisa dihukumi fasiq.

Golongan Kedua

Golongan ini orang yang mengerjakan salat namun secara lahir saja, misalnya bacaan tidak tepat, taklid buta, atau ikut-ikutan. Mereka juga tidak mau belajar salat baik formal maupun. Bahkan, ilmu tentang salat juga tidak mengetahui. Golongan ini tertolak, bahkan berdosa besar dan hidup dalam kondisi durhaka kepada Allah Taala.

Golongan Ketiga

Orang yang mengerjakan salat, bahkan mengerti ilmu tentang salat, tetapi tak dapat melawan nafsu duniawi. Golongan ini menjadikan salat hanya selintas lalu. Bahkan mereka cenderung mengerjakan salat jika tidak sibuk atau waktu senggang. Orang ini bisa jatuh dalam golongan fasiq.

Baca Juga: Penting, Hukum Salat Jamaah Bareng Pacar Ternyata...
Subhanallah, Mereka Salat di Tengah Demo Tolak Kebijakan Trump

Golongan Keempat

Orang yang salat, meskipun ilmunya tepat, fasih bacaannya, tetapi tak khusyuk. Bahkan, lafal dan maknanya banyak yang dia tak mengerti. Sementara pikirannya tidak konsentrasi sepenuhnya pada salat yang dilaksanakan karena tak faham dengan apa yang dia baca. Lafal yang diucapkan hanya sebatas hafal. Orang ini bisa dikategorikan lalai dalam salat.

Golongan Kelima

Golongan yang mengerjakan salat cukup lima waktu, tepat ilmunya, memahami setiap bacaan salat, fatihahnya, doa iftitahnya, tahiyyatnya, tapi tak dihayati maksud dalam sembahyang itu. Pikirannya masih melayang mengingatkan hal dunia, karena faham saja tetapi tidak dihayati. Golongan ini dikategorikan sebagai salat awamul muslimin.

Golongan Keenam

Golongan ini salatnya, sesekali khusyuk. Bila teringat sesuatu dalam salatnya, ia akan terbawa, berkhayal dan seterusnya. Bila teringat Allah secara tiba- tiba, maka insaf dan sadarlah kembali, coba dibawa hatinya serta pikirannya untuk menghayati setiap kalimat dan bacaan dalam salatnya. Golongan ini adalah golongan yang lemah jiwa. Nafsunya bertahap Mulhamah (artinya menyesal akan kelalaiannya dan mencoba baiki kembali, tapi masih tak terdaya karena tidak ada kekuatan jiwa).

Golongan Ketujuh

Golongan yang mengerjakan salat secara tepat ilmunya, faham langsung bacaan dan setiap pelafalannya. Hati dan pikirannya pun tidak terbawa dengan keadaan sekelilingnya sehingga pekerjaan atau apa pun yang dilakukan atau yang dipikirkan di luar salat tidak mempengaruhi sembahyangnya. Golongan ini disebut orang-orang saleh atau golongan abrar ataupun ashabul yamin.

Golongan Kedelapan

Golongan ini seperti juga golongan tujuh tetapi memiliki kelebihan sedikit yaitu bukan saja mengerti, bahkan dia dapat menghayati setiap makna pada tiap kalimat bacaan fatihahnya, doa iftitahnya, tahiyyatnya, tasbihnya pada setiap sujudnya dan setiap gerak geriknya dirasakan dan dihayati sepenuhnya. Golongan yang dinamakan golongan Mukkarrabin (Yang hampir dengan Allah).

Golongan Kesembilan

Golongan ini adalah golongan yang tertinggi. Bukan saja ibadah salat itu dijiwai di dalam sembahyang malahan ia dapat mempengaruhi di luar salat. Kalau bermasalah langsung ia salat, karena ia yakin salat penyebab pemecah segala masalah. Ia telah fana akan salatnya. Golongan ini disebut pula golongan siddiqqin artinya orang yang benar dan haq.

Mudahnya Berbagi Traffic:

Buat kamu yang gemar menulis tema-tema Islam di blog atau website, kirimkan link tulisan kamu ke email [email protected] untuk dipublikasikan. Tulisan yang menarik akan kami bantu sebarkan di media sosial milik arah.com.

Terkait:Alqozwini, Ilmuwan Muslim Ahli Gerhana
Pilgub DKI Diikuti Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot Saja, Siapa Unggul?
Pasar Senen Kebakaran, Puluhan Mobil Pemadam Dikerahkan
550 Aparat Kepolisian Bantu Evakuasi Kebakaran Pasar Senen
Sulit Jangkau Titik Api, Kebakaran Pasar Senen Belum Padam
FOTO: Badai dan Longsor Salju di Afghanistan Puluhan Orang Tewas
FOTO: Gadis Afghanistan Melawan Prasangka dengan Seni Bela Diri
FOTO: Libya Cegat Migran di Perairan Sabratha
FOTO: Pengunjung Rumah Lembang Membludak, Ini Penampakannya
Gara-gara Konflik, Orangutan Hampir Kehilangan Hutan

#salat #ibadah #Jakarta #rasulullah saw #Nabi Muhammad SAW #Rukun Salat #Salat Jumat

Berita Terkait

Siap Lawan 'Palu Arit' di Indonesia, Rizieq: Ini Perjuangan Saya! Siap Lawan 'Palu Arit' di Indonesia, Rizieq: Ini Perjuangan Saya!
Kawal Pemeriksaan Rizieq, FPI Siap Geruduk Mapolda Metro Jaya Kawal Pemeriksaan Rizieq, FPI Siap Geruduk Mapolda Metro Jaya
Djarot Tinjau Pasar Senen, ini Reaksi Tak Terduga Pedagang Djarot Tinjau Pasar Senen, ini Reaksi Tak Terduga Pedagang

#Jakarta #Salat Jumat #Rukun Salat #salat #ibadah #rasulullah saw #Nabi Muhammad SAW

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar