Badan Tenaga Nuklir Akan Bangun Reaktor 10 MW di Serpong

Ilustrasi Pembangkit Nuklir/Foter/Peretzp

Arah - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memperoleh izin tapak dari Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam upaya membangun Reaktor Daya Eksperimental (RDE) berkapasitas daya 10 megawatt thermal setara 3,3 megawatt di kompleks Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan.

"Beberapa waktu lalu, tepatnya 23 Januari 2017, Bapeten sudah berikan izin tapak untuk pembangunan reaktor nuklir riset. Dengan demikian kita melangkah lebih lanjut, untuk peroleh izin konstruksi dan izin komisioning," ungkap Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto di Puspiptek, Serpong, Selasa (7/2).

Lahan Puspiptek sendiri yang akan dipakai termasuk bersebelahan dengan tempat Iradiator Gama Merah Putih. Hal ini dikarenakan isu pembangunan RDE masih sensitif sehingga harus hati-hati.

Baca Juga: Putus Terlindas Mobil, Kaki Kucing ini Gunakan Sistem Elektronis
Ternyata ini Alasan Baim Wong, Tak Kunjung Menikah di Usia 35 Tahun




Djarot menjelaskan Batan berkoordinasi dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dan Bappenas untuk menyiapkan "blue book". Jika selesai, Bappenas akan lanjut menggodok "green book" supaya proyek pembangunan ini bisa ditawarkan ke investor.

Sementara itu, menurutnya, pihak Rusia dan Tiongkok selama ini cukup proaktif menawarkan "soft loan" pembangunan RDE tersebut, meski mereka keberatan dengan sistem "bidding" dari Pemerintah Indonesia yang menjadi persyaratan untuk bisa ikut menjalankan proyek tersebut. Pembangunan reaktor nuklir riset ini akan membutuhkan dana Rp2,2 triliun.

Kepala Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir Batan Yarianto Sugeng Budi Susilo memaparkan sebelum izin tapak dikeluarkan oleh Bapetan pihaknya telah menyelesaikan dokumen Program Evaluasi Tapak (PET) dan Sistem Manajemen Evaluasi Tapak (SMET) yang dikerjakan sejak 2014.

Persetujuan evaluasi tapak diberikan awal 2015, dan dilanjutkan dengan penyusunan dokumen Laporan Evaluasi Tapak (LET) untuk memenuhi persyaratan izin tapak.

Paralel dengan pelaksanaan evaluasi tapak, dilakukan penyusunan "conceptual design" RDE pada awal 2017.

Dalam pelaksanaan evaluasi tapak, Batan tidak bekerja sendirian, namun melibatkan Pusat Survei Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, BMKG, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.

"Targetnya reaktor riset ini sudah bisa beroperasi di 2022-2023," tandasnya.

Terkait:Meski Patah Kaki, Bocah Ini Tetap Semangat Kawal Rizieq
Timses Anies-Sandi Tuding Hasil Survei Tak Bertanggung Jawab
Pasar Senen Kebakaran, Puluhan Mobil Pemadam Dikerahkan
Jelang Debat Cagub DKI, Ini yang Jadi Fokus Anies Baswedan
Cium Aroma Adu Domba, Rizieq Sebut Umat Islam Difitnah Anti NKRI
FOTO: Badai dan Longsor Salju di Afghanistan Puluhan Orang Tewas
FOTO: Gadis Afghanistan Melawan Prasangka dengan Seni Bela Diri
FOTO: Libya Cegat Migran di Perairan Sabratha
FOTO: Pengunjung Rumah Lembang Membludak, Ini Penampakannya
Gara-gara Konflik, Orangutan Hampir Kehilangan Hutan

#Jakarta #Reaktor Nuklir Indonesia #Serpong #pembangkit nuklir #tenaga nuklir #Tangerang #Pembangunan Listrik

Berita Terkait

Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri
Siap Lawan 'Palu Arit' di Indonesia, Rizieq: Ini Perjuangan Saya! Siap Lawan 'Palu Arit' di Indonesia, Rizieq: Ini Perjuangan Saya!
Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang

#Jakarta #Reaktor Nuklir Indonesia #Tangerang #tenaga nuklir #Serpong #Pembangunan Listrik #pembangkit nuklir

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar