Raksasa Teknologi AS Tolak Kebijakan Imigran Trump

Surface Studio, all in one PC terbaru dari Microsoft untuk menantang Apple iMac. (microsoft.com)

Arah Lebih dari 100 perusahaan, termasuk diantaranya raksasa teknologi AS, mengeluarkan tuntutan hukum atas  kebijakan Presiden Donald Trump yang melarangan sementara kunjungan tujuh negara mayoritas muslim ke Amerika Serikat.

Perusahaan itu, termasuk Apple Inc, Google dan Microsoft, bertemu pada Minggu (5/2) untuk melayangkan laporan "teman pengadilan" kepada Pengadilan Banding 9 AS di San Fransisco.

Mereka menganggap kebijakan imigrasi presiden terkait pelarangan sementara tujuh negera muslim memasuki kawasan AS memberikan dampak buruk terhadap bisnis Amerika.

Perusahaan Tesla milik Elon Tusk dan SpaceX juga ikut menandatangani laporan itu, yang keseluruhan mendapatkan 127 tandatangan.

Mengutip antara, keputusan Trump yang dikeluarkan pada 27 Januari ditentang banyak kalangan. Trump sendiri berdalih kebijakan tersebut dikeluarkan guna menjaga AS dari serangan teror.

Baca Juga: Begini Perbandingan Rumah Donald Trump dan Obama
MUI Ingatkan Cagub-Cawagub Tak 'Jual' Al Maidah




Dalam laporan hukum tersebut, para perusahaan berkilah kebijakan imigran menimbulkan ketidakpastian bagi para perusahaan yang bergantung kepada pekerja asing. Kebijakan itu berdampak pula pada kunjungan bisnis global dalam berinovasi dan membuka lapangan pekerjaan di Amerika Serikat.

"Perantau ahli akan lebih tertarik bekerja di luar negeri, tempat mereka dan rekan mereka dapat bepergian dengan bebas dengan jaminan status imigrasi mereka tidak dicabut secara tiba-tiba," kutipan laporan tersebut.

Perusahaan berpendapat dengan adanya pelarangan itu akan memberi dampak buruk terhadap para pekerja dan perekonomian Amerika Serikat.

"Perusahaan multinasional akan memiliki insentif kuat untuk melakukan operasi di luar AS atau memindahkan dan merekrut pegawai dan melakukan investasi di luar negeri".

Sementara itu, pemerintah federal berpendapat bahwa presiden menggunakan kewenangan konstitusionalnya untuk mengendalikan perbatasan AS dan ketentuan yang ada mengizinkannya untuk melarang masuk sementara warga asing atau siapa pun, "yang dapat merugikan kepentingan AS".

Perusahaan tergabung dalam gerakan itu pada awalnya adalah Facebook, Twitter, Intel, eBay, Netflix dan Uber Technologies, sejumlah perusahaan non-teknologi seperti Levi Strauss dan Chobani juga ikut menandatanganinya.

Laporan itu menguji kontribusi kebijakan imigrasi terhadap perekonomian Amerika.

Agenda Trump terhadap imigrasi, perdagangan, keamanan dunia maya, reformasi pajak dan sejumlah isu lainnya telah menyebabkan kekhawatiran mendalam dalam perindustrian teknologi


Namun, pembatasan imigrasi memicu sebuah protes di Silicon Valley, dimana para warga negara kelahiran asing merupakan sebuah bagian penting dalam perekonomian teknologi.

Terdapat sejumlah aksi protes damai di dunia maya seperti di Facebook dan Google. Uber menjadi target boikot, dan segera bergerak dan memastikan bahwa mereka mendukung pengemudinya, yang berasal dari negara lain.(mochabdulkholiq)

 



(moch abdul kholiq)

Terkait:Protes Trump, Ribuan Orang Padati Jalanan Washington
KontraS Sebut Pilkada Momentum Menyulap Figur Politik Lokal
Ungkapan Miris Jennifer Lopez Tanggapi Kebijakan Anti-imigran
Ini Langkah MUI Memediasi Perseteruan Megawati dan Habib Rizieq
Karyawan Twitter Sumbang Rp13 Miliar untuk Lawan Kebijakan Trump
FOTO: Libya Cegat Migran di Perairan Sabratha
Seniman Grafiti '281 Antinuke' Luncurkan Stiker Protes Trump
FOTO: Badai dan Longsor Salju di Afghanistan Puluhan Orang Tewas
FOTO: Gadis Afghanistan Melawan Prasangka dengan Seni Bela Diri
FOTO: Pengunjung Rumah Lembang Membludak, Ini Penampakannya

#Jakarta #Imigran #Amerika Selatan #Kebijakan Donald Trump

Berita Terkait

Protes Trump, Ribuan Orang Padati Jalanan Washington Protes Trump, Ribuan Orang Padati Jalanan Washington
KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak... KPK Diminta Tuntaskan Kasus Suap Emirsyah, Jika Tidak...
Batalkan Kebijakan Imigran, Trump Kritik Pengadilan Federal Batalkan Kebijakan Imigran, Trump Kritik Pengadilan Federal

#Jakarta #Amerika Selatan #Imigran #Kebijakan Donald Trump

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar