Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Penjelasan Bachtiar Nasir

Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Rizieq Shihab (kanan) bersama Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir (kedua kanan) dan Wakil Ketua GNPF-MUI Misbahul Anam (kedua kiri) memberi keterangan pers di Jakarta, Sabtu (5/11). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi kericuhan yang terjadi pada saat unjuk rasa 4 November. (Foto: Antara/ Puspa Perwitasari).

Arah - Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang sebuah Yayasan Keadilan.

"Hari ini kami datang memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim," kata Bachtiar yang tiba pada pukul 10.00 WIB di Kantor Bareskrim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (10/2) seperti dikutip Antara.

Kepada awak media, Bachtiar sempat menjelaskan penggalangan dana masyarakat melalui rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua semata-mata untuk membiayai pelaksanaan Aksi Bela Islam. "Jangan dilihat hanya uangnya saja. Ini umat Islam sangat ingin membela agamanya sesuai perintah di Al Quran untuk berinfak yang orientasinya keakhiratan. Kami panitia GNPF enggak bisa bikin rekening begitu saja, akhirnya kami kerja sama secara lisan meminjam rekening yayasan supaya ini dapat dikontrol, ada badan hukumnya," ucapnya.

Baca Juga: Dipanggil Polda Bali, Munarman FPI Tak Ada Kabar
Dua Kali Mangkir, Polda Jabar Siap Jemput Paksa Rizieq

Sementara kuasa hukum Bachtiar, Kapitra Ampera menegaskan kliennya tidak terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan kekayaan sebuah yayasan kepada pembina, pengurus dan pengawas, baik dalam bentuk gaji, upah maupun honorarium.

Menurut dia, nama Bachtiar tidak masuk dalam struktur organisasi Yayasan Keadilan Untuk Semua. "Dalam struktur yayasan, ustadz Bachtiar bukan pengurus, bukan pengawas, jadi tidak ada undang-undang yang dilanggar," ujarnya.

Dalam kasus ini, penyidik berusaha mengusut unggahan di media sosial yang meminta masyarakat menyumbangkan uang untuk Aksi Bela Islam III melalui rekening khusus GNPF-MUI, atas nama Yayasan Keadilan Untuk Semua. Dalam postingan tersebut, tertera penanggung jawab rekening tersebut adalah Bachtiar Nasir, Zaitun Rasmin dan Luthfie Hakim.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Terkait:Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri
Sylvi Diperiksa Bareskrim, #SuperSylvi Curi Perhatian Netizen
Diperiksa Soal Pencucian Uang, Bachtiar Nasir Mangkir
Bantah Selewengkan Dana Bansos, Ini Penjelasan Mpok Sylvi
Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq?
Keren, Ini Klub Bola yang Punya Stadion Ramah Lingkungan
Seniman Grafiti '281 Antinuke' Luncurkan Stiker Protes Trump
Deretan Tersangka Penyuap Patrialis Akbar
FOTO: Cerita di Balik Abyab Binsari, Gua Jepang di Pulau Biak
SBY: Penyadapan Bentuk Kejahatan Serius

#Jakarta #Mabes Polri #Bareskrim Polri #GNPF-MUI #Bachtiar Nasir

Berita Terkait

Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri
Diperiksa Soal Pencucian Uang, Bachtiar Nasir Mangkir Diperiksa Soal Pencucian Uang, Bachtiar Nasir Mangkir
Bantah Selewengkan Dana Bansos, Ini Penjelasan Mpok Sylvi Bantah Selewengkan Dana Bansos, Ini Penjelasan Mpok Sylvi

#Jakarta #GNPF-MUI #Mabes Polri #Bareskrim Polri #Bachtiar Nasir

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar