Curah Hujan Berkurang, 2000 Pohon Karet Terbakar

Pekerja menuangkan getah karet hasil sadapan di hutan karet milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX di Klepu, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/8). Pemerintah Indonesia bersama Thailand dan Malaysia menyepakati International Tripartite Rubber Council (ITRC) untuk mengimplementasikan Export Tonnage Scheme (AETS) untuk mengurangi pasokan karet alam selama Maret hingga Agustus 2016 agar dapat memperbaiki harga yang sudah terlalu turun. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Arah - Kurang lebih 2000 pohon karet milik warga Desa Sungai Ubar Mandiri, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah habis terbakar. Warga Desa Sungai Ubar Mandiri, Jhonaidy, Jumat (10/2) menerangkan kebun karet yang terbakar tersebut milik Abdul Hadi.

"Pemadaman kebakaran yang melanda kebun karet dilakukan oleh masyarakat sekitar dan dibantu mobil pemadam kebakaran milik perusahaan sawit PT Windu Nabatindo Lestari," kata Jhonaidy.

Jhonaidy sendiri mengungkapkan belum diketahui pelaku pembakar kebun karet yang berusia 3-4 tahun itu lantaran saat kejadian tidak terlihat adanya warga yang melintas di sekitar kebun.

Sebelumnya diketahui kebun karet milik warga desa yang berbatasan langsung dengan sawit milik PT Windo Nabatido Lestari sering terbakar terutama pada saat kemarau.

Baca Juga: Bantu Pengungsi, Petani Prancis Ini Didenda Ratusan Juta
Tonton Langsung AHY, Ani Yudhoyono Mesem-mesem Selama Debat



Indikasi terjadinya kebakaran diperkirakan mengeringnya semak belukar di sekitar kebun, akibat tidak ada hujan dalam sepekan terakhir.

"Akibat kebakaran itu pemilik kebun diperkirakan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah," terangnya.

Ketua Komis III DPRD Kotawaringin Timur Rimbun dalam keterangannya mengimbau segenap perangkat desa dan pihak perusahan untuk siaga kebakaran hutan dan lahan karena sekarang curah hujan sudah mulai berkurang.

"Kita berharap perusahaan bersama dengan masyarakat bekerja sama dalam mencegah dan mengatasi setiap ada kejadian kebakaran," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Perusahaan terkait bersama masyarakat setempat diingatkan agar peduli terhadap lingkungan. “Jangan membuka lahan dengan membakar,” tandasnya.

Terkait:Peserta Pramuka se-Asia Tenggara Akan Berkemah di Palangka Raya
Harga Karet Membaik, Petani Kembali Bergairah Urus Kebun
Bandara Dumai Lumpuh Akibat Kabut Asap
Kapolri Dapatkan Penjelasan Alasan Penyanderaan Penyidik KLHK
Kapolri akan Panggil 7 Perwira Polisi di Foto bersama Bos PT APSL
Foto: Hutanku Lautan Api, Udaraku Kepungan Asap

#kebakaran lahan #Kotawaringin Timur #Karet #Palangkaraya

Berita Terkait

Peserta Pramuka se-Asia Tenggara Akan Berkemah di Palangka Raya Peserta Pramuka se-Asia Tenggara Akan Berkemah di Palangka Raya
Harga Karet Membaik, Petani Kembali Bergairah Urus Kebun Harga Karet Membaik, Petani Kembali Bergairah Urus Kebun
Bandara Dumai Lumpuh Akibat Kabut Asap Bandara Dumai Lumpuh Akibat Kabut Asap

#Palangkaraya #Karet #kebakaran lahan #Kotawaringin Timur

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar