Keren! Mahasiswa Lampung Buat Sistem 'Anti-Maling' untuk Motor

Calon pembuat Surat izin Mengemudi (SIM) baru melakukan tes uji kendaraan sepeda motor di Kantor Satuan Pelaksana Administrasi SIM (Satpas) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta, Jumat (23/9). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Arah - Puluhan mahasiswa jurusan Sistem Komputer dan Teknik Komputer tersebut membuat sistem pengaman sepeda motor untuk minimalkan pencurian motor.

Para mahasiswa dari Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya di Provinsi Lampung tersebut bersama-sama merancang sistem pengaman sepeda motor dengan didampingi dosen.

"Cara kerja sistem pengaman sepeda motor ini, saat pengguna menghidupkan lampu 'on' motornya menggunakan kunci kontak, maka sensor yang dipasang di bagian tersembunyi pada sepeda motor akan hidup. Setelah pengguna menyentuh sensor, mesin motor akan hidup. Mesin motor tidak akan hidup apabila sensor tidak disentuh," kata Dodi Yudo Setyawan, dosen IBI Darmajaya, Jumat (10/2).

Ia menambahkan, sistem pengaman tersebut berfungsi meminimalkan terjadinya pencurian sepeda motor, sehingga pemilik merasa lebih aman saat memarkirkan kendaraannya. Sistem pengaman sepeda motor ini, lanjut Dodi, dirancang menggunakan transistor sebagai sensor, relay sebagai saklar, dan dioda zener berfungsi menstabilkan tegangan.

Baca Juga: Anies-Sandi ‘Tarung’ Debat, Pendukungnya Asyik Joget Oplosan
Jasa Marga Berlakukan Lagi Contra Flow di Tol Dalam Kota
Kegiatan menciptakan teknologi seperti ini adalah kegiatan rutin yang digelar Himpunan Mahasiswa (Hima) Sistem Komputer dan Teknik Komputer (Stekom) yang tentunya bekerja sama dengan jurusan Stekom.

Dodi Yudo Setiawan bergerak sebagai pembimbing dalam pelatihan yang digelar Hima Stekom dan Jurusan Stekom tersebut di Laboratorium Elektronika Dasar Kampus IBI Darmajaya.

Ketua Jurusan Sistem Komputer IBI Darmajaya, Zaidir Jamal, mengaku kegiatan tersebut untuk mengenalkan kegiatan kampus, melatih keterampilan, dan membekali mahasiswa baru tentang pengetahuan dasar elektro.

"Sistem pengaman sepeda motor ini cukup mudah dirancang, dan hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk pengerjaannya. Selain itu, biaya pembuatannya juga cukup terjangkau yakni Rp20 ribu, dan bisa menjadi peluang usaha. Peralatan ini di pasaran bisa dijual seharga Rp100 ribu," ujarnya.

Zaidir Jamal berharap, kegiatan tersebut dapat melatih skill dalam bidang elektronika sekaligus memotivasi mereka dalam menumbuhkan jiwa "technopreneurship" untuk menjadi wirausahawan berbasis teknologi. (Antara)

Terkait:Kurangi Kemiskinan, Pemprov Lampung Bentuk Program 'Gerbang Desa'
Akan Ada ‘Islamic Centre’ di Lampung Tengah
Heboh! Ribuan Warga Unjuk Rasa Meminta Pembebasan Lahan
Begini Sepak Terjang Geng Motor Pertama di Indonesia
Ahok Bantah Motor Dilarang Lewat Sudirman Tanggal 1 Mei

#Motor #Mahasiswa Indonesia #Lampung #Mahasiswa Kreatif

Berita Terkait

Kurangi Kemiskinan, Pemprov Lampung Bentuk Program 'Gerbang Desa' Kurangi Kemiskinan, Pemprov Lampung Bentuk Program 'Gerbang Desa'
Akan Ada ‘Islamic Centre’ di Lampung Tengah Akan Ada ‘Islamic Centre’ di Lampung Tengah
Heboh! Ribuan Warga Unjuk Rasa Meminta Pembebasan Lahan Heboh! Ribuan Warga Unjuk Rasa Meminta Pembebasan Lahan

#Lampung #Lampung #Mahasiswa Indonesia #Mahasiswa Kreatif #Motor

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar