Market-⁠IND: Pariwisata Indonesia Harus Ranking 3 di Dunia

Wisatawan mengabadikan Gunung Bromo di Penanjakan 2, Probolinggo, Jawa Timur. Direncanakan wisata di kawasan Gunung Bromo akan kembali dibuka secara penuh pada 12 Maret 2016 setelah penurunan status Gunung Bromo dari level siaga menjadi waspada (level II) sejak 26 Februari. (ANTARA)

Arah - Masyarakat Marketing Indonesia menggagas usulan penggalakan penggunaan logo ‘Wonderful Indonesia’ dan ‘Pesona Indonesia’ pada produk dan jasa penunjang pariwisata.

Cara itu dianggap siasat jitu untuk memperkuat kedua kampanye sebagai national branding yang pada akhirnya dapat menggenjot pariwisata Indonesia.

Menurut salah seorang pendiri dan pengurus Masyarakat Marketing Indonesia, Popy Rufaidah, program pelabelan yang akan membuat produk dan jasa buatan dalam negeri kian sinergis dengan pariwisata nasional itu, sekaligus meningkatkan pemasarannya.

Senyampang itu pula, ‘Wonderful Indonesia’ memberikan nilai tambah (value-added) yang lebih besar.

Popy yakin, cara tersebut berpeluang meningkatkan pariwisata Indonesia. "Berbagai program kami, salah satunya labelisasi tadi, diharapkan akan mendongkrak posisi Indonesia pada The Travel & Tourism Competitiveness Index 2016," katanya.

Pada 2015 lalu posisi Indonesia pada The Travel & Tourism Competitiveness Index masih menempati ranking 50.

Selanjutnya
Mimpi Peringkat 3 Dunia

Berita Terkait

Lewat SMK, Kemenpar Siap Genjot Daya Saing Pariwisata Dunia Lewat SMK, Kemenpar Siap Genjot Daya Saing Pariwisata Dunia
Menteri Pariwisata Yakin Jambi Bisa Sedot Turis Internasional Menteri Pariwisata Yakin Jambi Bisa Sedot Turis Internasional
Indonesia Pede Pamerkan ‘Surga’ Bawah Laut di Tokyo Indonesia Pede Pamerkan ‘Surga’ Bawah Laut di Tokyo

#Arief Yahya #Travel Mart #Market-IND #Kementrian Pariwisata #Pariwisata #Menteri Pariwisata

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar