Bingung Memilih di Pilkada? Mungkin ini Bisa Jadi Panduan

Siswa memasukkan surat suara saat mengikuti simulasi pencoblosan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Yogyakarta di pendopo SMA Negeri Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (13/1). Kegiatan yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Yogyakarta tersebut untuk memperkenalkan pemilu serta sebagai pendidikan politik bagi pemilih pemula agar cerdas dalam menggunakan hak pilih dan menolak politik uang menjelang Pilwalkot pada Februari 2017. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Arah -  Hari pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 sudah semakin dekat. Rabu (15/2) warga pemilik hak pilih di 101 daerah yang menyelenggarakan Pilkada, akan menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Meski saat pencoblosan sudah dekat, namun tak sedikit warga yang masih bingung menentukan pilihan. Di Pilkada DKI Jakarta misalnya, dari beberapa survei terakhir masih ada belasan hingga puluhan persen pemilih yang belum menentukan akan memilih kandidat yang mana.

Baca Juga: Soal Pilihan di Pilkada, Menteri Agama Koreksi Ahok
Bolehkah Pasangan Suami-Istri Punya Rasa Cemburu?

Menjelang hari pemungutan suara itu, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan bertajuk "Maklumat Kebangsaan" yang dapat menjadi panduan bagi pemilih. Dalam pernyataan yang diterima arah.com, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak mengatakan, maklumat ini ditujukan kepada seluruh umat Islam dan tidak terbatas di Pilkada DKI Jakarta.

"(Pilkada) merupakan momentum kebangsaan yang penting. Sehingga seluruh kader Pemuda Muhammadiyah perlu mengawal dan memastikan terwujudkan Indonesia yang berkemajuan," katanya.

Ada 3 poin yang menjadi panduan dari Pemuda Muhammadiyah untuk menentukan pilihan dalam Pilkada. Yaitu memilih kepala daerah sesuai kriteria yang ditentukan dalam Alquran dan Assunnah. Selain itu, tidak memilih kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi yang sedang ataupun telah dalam proses hukum. Demikian juga calon kepala daerah yang ramah terhadap korporasi besar tapi kejam dan kasar terhadap kelompok miskin (mustad'afin), terlarang untuk dipilih.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Terkait:Awas! Hal Ini Dilarang Dilakukan Saat Kamu ke TPS
Debat Akhir Pilkada DKI, ini Paslon yang Unggul di Medsos
Hadir di Debat Final, Hendropriyono Mantap Dukung Ahok-Djarot
Ini Kekhawatiran Bahaya Narkoba di Mata Agus-Sylvi
Ahok Janji Tertibkan Pasar Tipar Cakung Jika Terpilih
Jelang HUT Masjid Istiqlal, Pecinta Alam Bersih-bersih Istiqlal
Janji Manis Djarot di Kampung Ambon
Mengintip Aksi CEO Microsoft 'Blusukan' ke SMP Muhammadiyah
FOTO: Jalan Hidup Agus dari Keluarga, Tentara, dan Pilkada
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah

#Jakarta #Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah #pencoblosan #pilkada dki #pilkada serentak #Pilkada Serentak 2017 #Pilgub DKI Jakarta #Muhammadiyah #TPS #Quick Count #Hasil Quick Count #Hasil Quick Count DKI

Berita Terkait

Awas! Hal Ini Dilarang Dilakukan Saat Kamu ke TPS Awas! Hal Ini Dilarang Dilakukan Saat Kamu ke TPS
Debat Akhir Pilkada DKI, ini Paslon yang Unggul di Medsos Debat Akhir Pilkada DKI, ini Paslon yang Unggul di Medsos
Ini Kekhawatiran Bahaya Narkoba di Mata Agus-Sylvi Ini Kekhawatiran Bahaya Narkoba di Mata Agus-Sylvi

#Jakarta #Pilgub DKI Jakarta #Pilkada Serentak 2017 #pilkada serentak #Pilkada DKI #Muhammadiyah #Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah #TPS #pencoblosan #Hasil Quick Count DKI #Hasil Quick Count #Quick Count

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar